Yamaha

Jumlah Pasien Meninggal Dunia Covid-19 di Kabupaten Indramayu Bertambah

  Sabtu, 12 September 2020   Erika Lia
Ilustrasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu mencapai 119 kasus. Pasien meninggal dunia pun belum berhenti bertambah.

Dari 10 kasus positif baru, 2 pasien di antaranya meninggal dunia. Dengan begitu, total 9 kasus meninggal dunia di Indramayu.

Sementara, 79 pasien dinyatakan pulih 31 masih perawatan di rumah sakit maupun karantina mandiri. Dari jumlah 31 kasus yang masih dalam penanganan, 8 kasus merupakan yang terbaru.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat, Deden Bonni Koswara mengungkapkan, 5 dari 10 kasus baru merupakan pegawai non organik Pertamina asal Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu.

"Mereka melakukan pemeriksaan swab pada 8 September 2020 di RS Klayan Pertamina Cirebon," kata Deden yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu ini.

Pada 10 September 2020, hasil pemeriksaan keluar dan mengonfirmasi mereka positif. Para pasien menjalani karantina mandiri, kecuali seorang di antaranya yang meninggal dunia.

Deden menyebut, pasien meninggal dunia merupakan laki-laki berusia 54 tahun. Dia mengembuskan nafas terakhir di ES Tarakan, Jakarta, pada 10 September 2020.

"Semua pasien isolasi mandiri, kecuali yang meninggal dunia. Kami masih lakukan pendataan terhadap kontak erat mereka," tuturnya.

Selain pegawai non organik Pertamina, seorang karyawan sebuah dealer sepeda motor asal Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, pun terkonfirmasi positif dan meninggal dunia. Pasien laki-laki berusia 45 tahun itu diketahui kerap berhubungan dengan nasabah.

Pasien masuk RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, dengan keluhan sesak nafas dan riwayat sakit jantung pada 7 September 2020. Hasil pemeriksaan tes usap yang keluar pada 3 hari berikutnya memastikan pasien derita Covid-19.

"Pasien meninggal dunia di RS Mitra Plumbon Cirebon pada 10 September. Kami telusuri 4 kontak eratnya," ujarnya.

Sementara, 2 pasien lain diketahui pula bekerja di Pertamina, masing-masing seorang laki-laki berusia 39 tahun, pengemudi di bagian MOR 3 Pertamina serta seorang laki-laki berusia 36 tahun yang merupakan pegawai lepas pantai Pertamina di Kalimantan. Saat ini, ke-2 pasien menjalani karantina mandiri.

Selain mereka, terdapat pula 2 pasien baru yang sama-sama mengalami gejala. Pasien pertama merupakan ibu rumah tangga berusia 60 tahun yang mengeluhkan sesak nafas dan lemas.

"Pasien sudah masuk ruang isolasi RSUD Indramayu dan kontak erat masih dalam pendataan," cetusnya.

Pasien ke-2 merupakan laki-laki berusia 25 tahun dan merupakan wiraswasta. Dengan keluhan demam sekitar 1 minggu, nyeri tenggorokan, mual, muntah, batuk kering, pilek dan diare, pasien menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Kabupaten Indramayu.

Pasien sempat dirawat di klinik daerah Jakarta Selatan, sebelum kemudian pulang ke Indramayu dan masuk ke Klinik Aurel Losarang. Tanpa perubahan pada kondisi kesehatan, pihak keluarga lantas membawanya ke RS Bhayangkara.

"Pasien kemudian menjalani tes usap dan dinyatakan positif. Saat ini sudah masuk ruang isolasi RS Bhayangkara dan kami masih mendata kontak eratnya," paparnya.

Menyikapi perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu, Deden kembali mengingatkan siapapun yang ada di luar rumah untuk mengenakan masker, rajin mencuci tangan, baik menggunakan air mengalir yang disediakan di berbagai tempat maupun membawa cairan pembersih tangan, hingga menjaga jarak dengan orang lain. 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar