Yamaha

Langgar Protokol Kesehatan, KTP Ratusan Orang di Kota Cirebon dan Indramayu Ini Ditahan

  Selasa, 15 September 2020   Erika Lia
Operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19 (Erika/Ayobandung)

KESAMBI,AYOCIREBON.COM -- Lebih dari 300 orang di Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu harus menjaminkan kartu identitasnya setelah kedapatan melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Di Kota Cirebon, sebanyak 29 KTP harus ditahan sementara oleh petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP dalam operasi yustisi, Selasa (15/9/2020).

Operasi digelar di sejumlah titik, antara lain Jalan Kartini, simpang empat Jalan Slamet Riyadi-Jalan Raya Pilang, serta Pasar Kramat dan Pasar Pagi di Jalan Siliwangi.

Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Inf Herry Indriyanto melalui Pasiops, Lettu Inf Suyatna mengungkapkan, selain menahan KTP, pelanggar juga diberi teguran lisan maupun tertulis.

"Kami harap penahanan KTP bagi pelanggar protokol kesehatan dapat meningkatkan kesadaran pribadi masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.

KTP pelanggar sendiri diamankan petugas Polres Cirebon Kota. Warga dapat mengambilnya kembali dilakukan pengambilan KTP pada Min Ops Lantas Polres Cirebon Kota, Rabu (16/9/2020), dengan syarat mengenakan masker dan menunjukan bukti Surat Tanda Penerimaan.

Operasi yustisi protokol kesehatan sendiri akan dilaksanakan hingga 14 hari ke depan.

Di Kabupaten Indramayu, 3.235 pelanggar terjaring operasi yustisi serupa. Dari jumlah itu, 315 orang pasrah kala kartu identitasnya ditahan petugas.

Selain mereka, 14 orang diberi sanksi denda administrasi Rp100.000, 546 orang harus melakukan kerja sosial, dan 2.360 orang lainnya ditegur lisan. 

Operasi digelar di berbagai titik jalan umum strategis dan ramai, di antaranya di depan Toserba Yogya Jalan Jenderal Sudirman, di depan Hotel Wiwi Perkasa Jalan D.I. Panjaitan, dan di depan Pasar Daerah Indramayu.

Seluruh polsek di wilayah hukum Polres Indramayu maupun tim mobile juga melaksanakan operasi serupa.

"Semoga sanksi ini efektif mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu," cetus Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto.

Rerata warga yang terjaring operasi mengaku lupa, bahkan ada pula yang mengklaim tak memiliki masker.

Suhermanto menjelaskan, sanksi bagi warga yang tak mengenakan masker sesuai Perbup Indramayu Nomor 45 Tahun 2020. Selain sanksi, para pelanggar pun menerima masker dari petugas agar lebih disiplin.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar