Yamaha

Kabupaten Cirebon Siap Produksi Plasma Darah

  Senin, 21 September 2020   Erika Lia
Terapi plasma bagi pasien Covid-19 di RSUD Waled, Kabupaten Cirebon. (ist)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Pemkab Cirebon berencana memproduksi plasma darah guna pengobatan terhadap pasien Covid-19.

Ketua IDI Kabupaten Cirebon, Fariz Malvi Zamzam Zein menyebut, produksi plasma darah yang dilakukan bersama PMI Kabupaten Cirebon ini dimungkinkan dimulai pekan depan.

"Minggu depan mungkin inisiasi awal (untuk produksi plasma darah)," katanya, Senin (21/9/2020).

Pihaknya optimistis plasma darah dapat diproduksi sendiri, mengingat PMI Kabupaten Cirebon menjadi 1 dari 15 PMI se-Indonesia yang tersertifikasi untuk memproduksi plasma darah.

Dalam hal ini, dia menunjuk fasilitas dan sumber daya manusia PMI Kabupaten Cirebon mumpuni untuk bisa melakukannya. Terlebih, terdapat pula ahli yang kompeten dalam bidang plasma darah.

"Minimal kit bisa memproduksi 5-10 sampel dalam 2 minggu ke depan," tuturnya.

Terapi plasma terhadap pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon sendiri telah beroleh dukungan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sebab dinilai banyak memperlihatkan keberhasilan.

"Banyak cara dalam pengobatan Covid-19, salah satunya terapi plasma darah yang sudah terbukti dan teruji," ujarnya saat di Kabupaten Cirebon, Minggu (20/9/2020).

Emil, sapaan akrab gubernur, mengimbau para penyintas Covid-19 di Kabupaten Cirebon untuk mendonorkan plasma darahnya melalui otoritas kesehatan setempat. Dia menyontohkan, langkah ini salah satunya telah dilakukan anggota TNI demi kesembuhan pasien Covid-19 lainnya.

"Saat ini yang teruji dan terbukti memang terapi plasma. Makanya, kami imbau penyintas di Kabupaten Cirebon, untuk ikut mendonorkan plasma darahnya," paparnya.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyebut, sejauh ini baru 2 pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Waled, Kabupaten Cirebon, yang telah beroleh terapi plasma darah. Plasma darah yang digunakan dalam pengobatan mereka sendiri masih diperoleh dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

"Kami sedang mengusahakan memproduksi plasma darah sendiri dengan menggandeng PMI," cetusnya.

Bila rencana itu terealisasi dengan baik, dia meyakinkan, proses penyembuhan pasien Covid-19 bisa lebih cepat. Pihaknya berjanji untuk terus memberi support bagi pasien Covid-19.

Karenanya, dia pun meminta masyarakat tak berprasangka buruk terhadap upaya-upaya pemerintah dalam penanganan pandemi. Dia berjanji, kehadiran pemerintah bukan untuk menakuti.

"Tapi, untuk memberi pemahaman agar masyarakat terhindar dari Covid-19," tegasnya.

Namun begitu, masyarakat tetap tak boleh mengabaikan penerapan protokol kesehatan, salah satunya mengenakan masker kala beraktivitas. Dia mengingatkan, penerapan protokol kesehatan lebih baik ketimbang pemberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau lockdown.

"Kalau sudah lockdown, perekonomian juga akan terhenti. Kalau menerapkan protokol kesehatan, aktivitas ekonomi masih tetap jalan," tandasnya.

Sementara itu, seorang penyintas Covid-19 asal Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Eti Sulastri mengaku sempat ketakutan saat divonis positif.

"Awalnya enggak tahu (positif), tahunya setelah ada pemeriksaan dari Dinas Kesehatan. Sempat takut juga, nanti gimana," ungkapnya saat berdialog dengan Imron.

Eti diketahui terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dari sang majikan tempatnya bekerja. Pasca terkonfirmasi positif, dia harus dikarantina di RS Ciremai selama 14 hari sebelum akhirnya dapat kembali pulang setelah dinyatakan pulih.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar