Yamaha

Muludan di Cirebon Dilarang, Pemkot Beri Opsional

  Selasa, 22 September 2020   Erika Lia
Siraman Panjang Jimat, tradisi yang biasa digelar keraton di Cirebon menjelang tradisi Panjang Jimat sebagai puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Ayocirebon/Erika Lia/dok. 2019)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM --Gelaran Muludan sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dilarang akibat masih tingginya risiko penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon.

Otorita setempat pun menyarankan opsi bagi pihak keraton sebagai upaya pelestarian budaya.

Ke-3 keraton di Cirebon hanya dibolehkan melaksanakan ritual Maulid Nabi Muhammad SAW secara internal, bila tetap berkehendak melakukannya.

Peniadaan aktivitas muludan salah satunya terutama berlaku bagi kegiatan pasar rakyat di sekitar keraton, yang selama ini rutin digelar sebulan sebelum Maulid Nabi. Puncak muludan sendiri ditandai dengan tradisi Panjang Jimat di 3 keraton, masing-masing Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan.

"Kami tidak merekomendasikan Muludan dengan pertimbangan untuk menjaga keselamatan masyarakat Kota Cirebon," kata Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, Selasa (22/9/2020).

Dia mengingatkan, kasus Covid-19 di Kota Cirebon sampai kini masih menunjukkan peningkatan. Untuk mencegah perluasan penyakit menular ini, pihaknya meminta ke-3 keraton menyadari situasi sekarang.

Azis menyebut, tidak ada jaminan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dilaksanakan ketika muludan digelar. Dia memastikan, Pemkot Cirebon berkomitmen melakukan upaya pencegahan guna menekan pandemi.

Bila pun pihak keraton bersikukuh menggelar ritual sebagai bentuk pelestarian adat dan tradisi, Azis menyarankan pelaksanaannya berlaku internal.

"Memang ini tradisi, kalaupun pihak keraton mau tetap menggelar, silakan. Tapi, dengan keluarga dan di dalam keraton saja (internal), tidak usah ada pemberitahuan kepada publik karena pasar rakyat terutama ditiadakan," tegasnya.

Disinggung pengawasan atas gelarannya nanti, Azis berjanji akan kembali berkoordinasi dengan instansi terkait lain.

Azis meyakinkan, pelarangan muludan bukanlah upaya menghalangi tradisi. Angka pertambahan kasus Covid-19 di Kota Cirebon saat ini sudah tinggi dan laju pasien terkonfirmasi positif menunjukkan tren bertambah.

"Kota Cirebon angka kasusnya tinggi. Kami mohon, tanpa mengurangi rasa khidmat dan tetap menjunjung nilai-nilai budaya, pihak keraton juga harus menunjukkan rasa sayang terhadap masyarakat," pintanya.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi menyampaikan harapan pihaknya terhadap keraton atas situasi saat ini. Dia juga mengharapkan pihak keraton dapat menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada para pengisi acara muludan, seperti para pedagang yang biasa meramaikan pasar rakyat.

"Bagi kami, itu (muludan) agenda keraton, jadi tanggung jawab untuk menyosialisasikan peniadaan muludan ada pada keraton," tuturnya.

Peniadaan muludan ini sendiri diketahuinsudah disampaikan secara tertulis oleh wali kota.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar