Yamaha

Pelanggaran Pilkada Indramayu Libatkan Penyelenggara hingga ASN

  Rabu, 23 September 2020   Erika Lia
ilustrasi ASN. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya tercatat 17 pelanggaran selama tahapan Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Indramayu. Penyelenggara pemilu maupun aparatur sipil negara (ASN) termasuk di antaranya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Nurhadi mengemukakan, dari 17 pelanggaran itu sebagian ditangani pihaknya. Sementara, sebagian lain ditangani panitia pengawas pemilu tingkat kecamatan (panwascam).

"Ada 17 pelanggaran, 8 kasus ditangani Bawaskab (Bawaslu) dan 9 kasus ditangani Panwascam," tuturnya, Rabu (23/9/2020).

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Indramayu, Tarjono menyebut, 15 dari 17 kasus merupakan temuan pengawas pemilu. Sementara, 2 kasus sisanya berasal dari informasi laporan

"Sejauh ini 16 kasus sudah selesai diproses, sedangkan 1 kasus masih dalam proses," cetusnya.

Dari 16 pelanggaran yang telah diproses, 3 kasus di antaranya berupa dugaan pelanggaran etik penyelenggara pemilu, 12 kasus dugaan pelanggaran administrasi pemilihan, dan 1 kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN.

Dugaan pelanggaran netralitas ASN sempat mencuat setelah sebuah blanko berisi pernyataan dukungan yang mengatasnamakan UPTD Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk dan KB) tingkat kecamatan di Kabupaten Indramayu beredar kepada bakal calon bupati tertentu.

"Kasusnya sudah dilimpahkan ke Komite ASN melalui Bawaslu Pusat," ujarnya.

Dia meyakinkan, pelimpahan kasus didasarkan pada hasil pemeriksaan awal pihaknya yang menyimpulkan kasus itu layak diteruskan. Dia meminta publik menanti perkembangannya nanti.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar