Yamaha

Pemerintah Saudi Selenggarakan Ibadah Umrah Secara Bertahap

  Rabu, 23 September 2020   Aini Tartinia
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Kerajaan Arab Saudi akhirnya mengumumkan akan kembali membuka pintu untuk jemaah umrah. Dalam keterangannya, pihak Arab Saudi menyebutkan jika pihaknya akan kembali menyelenggarakan ibadah umrah secara bertahap.

Di tahap awal, izin umrah diberikan secara terbatas bagi warga negara dan ekspatriat yang tinggal di Arab Saudi seperti pada saat pelaksanaan haji kemarin. Selanjutnya, Arab Saudi juga sedang mempertimbangkan untuk membuka umrah bagi muslim dari luar negaranya, khususnya bagi negara yang sudah mendapat izin memberangkatkan jemaah.

Konsul Haji KJRI, Jeddah Endang Jumali, menambahkan berdasarkan info dari Saudi Press Agency sebagai link berita resmi yang terhubung dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Saudi, ada tiga tahapan yang akan dilakukan Pemerintah Saudi dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi Covid-19 :

Pertama, mengizinkan warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di sana (mukimin) untuk menunaikan ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020.

“Izin ini hanya untuk 30% dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu enam ribu jemaah umrah per hari,” ujar Endang dalam siaran pers Kementerian Agama, Rabu (23/9/2020).

Kedua, mengizinkan ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram bagi warga negara Saudi dan mukimin mulai 18 Oktober 2020.

“Jumlahnya bertambah menjadi 75% dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, atau 15 ribu jemaah umrah per hari dan 40 ribu jemaah salat per hari," ujarnya.

Ketiga, mengizinkan ibadah umrah dan salat bagi warga Saudi, mukimin, dan warga dari luar kerajaan. Rencananya, akan dimulai pada 1 November 2020 sembari menunggu pengumuman resmi kondisi pandemi Covid-19. Pada tahap ini, Masjidil Haram diharapkan dapat menampung 100% sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, yaitu 20 ribu jamaah umrah per hari dan 60 ribu jemaah salat per hari.

“Namun, Kemenkes Saudi nantinya akan merilis daftar negara dari luar kerajaan yang diizinkan masuk atau memberangkatkan jemaah. Kemenkes tentu akan mempertimbangkan pandemi dan resiko kesehatan dari negara-negara tersebut," kata Endang.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar