Yamaha

Hari Ini Kasus Covid-19 Indonesia Bertambah 3.622

  Senin, 05 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia sudah dua hari tercatat di bawah 4 ribu kasus, dari yang biasanya selalu melebihi 4 ribu kasus. Hari ini, Senin (5/10/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 3.622 kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Indonesia pertama kali mencatatkan kasus harian melebihi 4 ribu kasus pada 19 September 2020. Kasus tertinggi sejak kasus pertama pada 2 Maret terjadi pada 25 September yaitu sebanyak 4.823 kasus.

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 307.120 kasus. Angka itu termasuk 63.274 kasus dalam perawatan, 232.593 kasus sembuh, dan 11.253 kasus meninggal dunia.

Berikut Ayojakarta.com rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

29 September: 4.002 kasus
30 September: 4.284 kasus
1 Oktober: 4.174 kasus
2 Oktober: 4.317 kasus
3 Oktober: 4.007 kasus
4 Oktober: 3.992 kasus
5 Oktober: 3.622 kasus

Berbagai upaya dari pemerintah pusat hingga tingkat daerah sudah dilaksanakan hingga pemberian sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan. Presiden Joko Widodo menginstruksikan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menyampaikan kepada kepala daerah agar menerapkan intervensi berbasis lokal dalam penanganan Covid-19.

Hal ini dikatakan Jokowi saat memberikan arahan rapat terbatas mendengarkan Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Senin (28/9/2020).

“Yang berkaitan dengan intervensi berbasis lokal, ini perlu saya sampaikan lagi kepada Komite bahwa intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi, kabupaten, kota,” ujar Jokowi.

Menurutnya, pembatasan sosial berskala mikro atau mini lockdown harus dilakukan di tingkat desa, kampung, RT, RW, perkantoran hingga pondok pesantren. Ia meyakini pembatasan sosial berskala mikro atau mini lockdown akan lebih efektif jika dilakukan secara berulang untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Artinya pembatasan berskala mikro, baik di tingkat desa, tingkat kampung, tingkat RT, tingkat RW, atau di kantor atau di pondok pesantren, saya kira itu lebih efektif. Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif,” ucap dia.

Pembatasan sosial berskala mikro kata Jokowi dilakukan agar tidak merugikan banyak orang. “Jangan sampai kita generalisir satu kota atau satu kabupaten atau apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang,” tegasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar