bank bjb
  
Yamaha

Cara Lain Pemkot Cirebon Atasi Covid-19, Tambah Sewa Hotel sampai Libatkan ASN

  Senin, 12 Oktober 2020   Erika Lia
Cara Lain Pemkot Cirebon Atasi Covid-19, Tambah Sewa Hotel sampai Libatkan ASN
Kepala Dinkes Kota Cirebon, Edy Sugiarto di depan salah satu hotel yang baru disewa untuk perawatan pasien Covid-19.(Erika/Ayocirebon)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Pemkot Cirebon menambah jumlah hotel untuk perawatan pasien Covid-19. Sementara itu, para ASN maupun pegawai BUMD diminta turun ke jalan untuk mengedukasi dan menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 kepada publik.

Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cirebon menambah 1 hotel untuk perawatan pasien Covid-19, yakni ONO's Hotel Cirebon di Jalan Siliwangi. Sebelumnya, 40 kamar di Hotel Langensari di kawasan yang sama telah disewa satgas untuk area perawatan.

"Ada 52 kamar (yang disewa satgas di ONO's Hotel)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto, Senin (12/12/2020).

Selain di ke-2 hotel ini, imbuhnya, sudah ada 40 tempat tidur di gedung Diklat BKKBN setempat yang telah dijadikan area perawatan pasien Covid-19. Pihaknya berharap, penambahan ruang perawatan ini akan membuat penanganan kasus Covid-19 lebih baik.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis menghendaki para ASN dan pegawai BUMD lebih banyak berperan sebagai agen dan motivator dalam meningkatkan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kebijakan itu ditetapkan sebagai kebalikan dari realita yang dilakukan para pegawai pemerintahan di tengah penerapan pola bekerja di rumah/work from home (WFH). Dia mengungkapkan, tak sedikit ASN maupun pegawai BUMD memanfaatkan WFH justru untuk berlibur. 

"Banyak (pegawai) yang WFH, tapi dianggapnya sebagai libur. Malah keluar kota, terus ketularan (Covid-19), balik ke Cirebon," ungkapnya.

Sejak pertengahan September lalu, pola WFH bagi separuh pegawai diterapkan di lingkungan Pemkot Cirebon sampai kini.

Melalui surat tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan Kesehatan oleh ASN dan Pegawai BUMD di Kota Cirebon, Azis memerintahkan pegawai Pemkot Cirebon yang tak melaksanakan tugas atau bekerja di kantor/work from office (WFO), turut serta menyosialisasikan dan mengedukasi penerapan protokol kesehatan di pusat keramaian maupun lingkungan masyarakat.

Mereka diminta membentuk kelompok-kelompok kecil yang akan berkeliling kota, mulai di jalan raya hingga pasar tradisional. Namun, Azis pun mensyaratkan mereka dibekali dengan perlengkapan keselamatan, seperti masker, face shield, dan mengenakan pakaian berlengan panjang.

"Semua pegawai Pemkot Cirebon harus bertanggung jawab membantu pencegahan penyebaran Covid-19 karena kita ini orang yang ditugasi untuk mengurus masyarakat Kota Cirebon," tegasnya.

Dia pun menginstruksikan otoritas kepegawaian untuk memonitor ASN yang tak menjalankan tugasnya. Sanksi administrasi hingga penundaan kenaikan pangkat bahkan dapat dijatuhkan bagi ASN dan pegawai BUMD yang tak menunjukkan kepedulian.

Kebijakan ini diharapkannya dapat meningkatkan kedisiplinan publik. Selain ini, Azis pun telah mengeluarkan kebijakan lain berupa pembatasan aktivitas masyarakat sejak 9 Oktober 2020.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar