Yamaha

Tuntut Perpu, BEM SI Bakal Lanjutkan Protes UU Ciptaker

  Kamis, 15 Oktober 2020   Republika.co.id
ilustrasi demonstrasi mahasiswa. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

YOGYAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia (BEM SI) mengutuk keras Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang disahkan oleh DPR RI dalam sidang paripurna beberapa waktu lalu. BEM SI berencana mengadakan aksi berkelanjutan menyikapi ini.

Menurut BEM SI, aksi nasional bertajuk 'Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja' yang dilakukan pada Kamis (8/10) merupakan suatu momentum kemarahan masyarakat Indonesia untuk mendesak Presiden RI mengeluarkan Perpu UU Cipta Kerja.

"Sikap dari BEM SI terkait ini adalah ekskalasi gerakan yang akan tetap kita gaungkan sampai pemerintah dalam hal ini presiden mengeluarkan Perpu untuk mencabut UU Cipta Kerja," papar BEM UNY Bayu Septian, dilansir Republika, Kamis (15/10/2020).

Bayu menyatakan pihaknya kurang puas melihat pernyataan dan tanggapan pemerintah mengenai aksi UU Cipta Kerja. Karena itu, akhirnya Aliansi BEM SI mengeluarkan suatu sikap kepada pemerintah yang ditulis melalui surat edaran yang berisi pemerintah harus bertanggung jawab terhadap disinformasi mengenai UU Cipta Kerja.

"(Pemerintah) menyampaikan dengan lugas jika kita yang berdemonstrasi termakan hoaks dan disinformasi. Padahal, dalam hal ini pemerintah  dan juga lembaga kesayangannya (DPR), mengesahkan UU siluman karena draf final pun tidak tersedia untuk diakses publik," kata Bayu.

Selanjutnya isi surat tersebut menuntut pemerintah RI untuk membuka ruang demokrasi seluas-luasnya dan menjamin kebebasan mengenai penolakan UU Cipta Kerja. BEM SI juga mengimbau kepada seluruh media dan juga masyarakat Indonesia untuk tetap fokus kepada subtansi tuntutan cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Aliansi BEM SI juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi tentang pemberitaan di media tentang kerusuhan yang terjadi.

"Kericuhan yang terjadi terus terang di luar kendali dari gerakan mahasiswa, buruh, dan elemen lainnya. Kerusakan fasilitas umum merupakan perbuatan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena gerakan dari mahasiswa dan buruh merupakan gerakan moral dan intelektual," ujar Bayu

Isi surat dari Aliansi BEM SI juga tentang menyerukan persatuan untuk melanjutkan narasi perjuangan dalam penolakan UU Cipta Kerja. "Intinya dalam waktu dekat, akan ada aksi serempak di seluruh wilayah, dan aksi nasional di pusat," ujarnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar