bank bjb
  
Yamaha

Kiat Sukses Klaster Santri Cepat Sembuh Dari Covid-19

  Jumat, 30 Oktober 2020   Editor
Kiat Sukses Klaster Santri Cepat Sembuh Dari Covid-19
Pasien Covid-19 sembuh yang diisolasi di Rusunawa Unsil dipulangkan Dinkes KotaTasikmalaya, Selasa (13/10/2020). (AyoTasik.com/Heru Rukanda)

CIHIDEUNG, AYOCIREBON.COM -- Ratusan santri di Kota Tasikmalaya yang sempat terpapar dan menjalani isolasi di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) di wilayah Kecamatan Tamansari, sudah dinyatakan sembuh oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya.

Pimpinan pondok pesantren Ihya Assunnah Paseh, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, ustaz Maman suratman berbagi pengalamannya kepada ayotasik.com tentang apa saja yang dilakukan para santrinya yang menjalani isolasi di Rusunawa Unsil lantaran terkena Covid-19 beberapa waktu lalu.

Ustad Maman mengatakan, ketika mengetahui ada santrinya yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan Kota Tasikmalaya. Sebagai upaya pertama dalam mencegah penyebaran, pihaknya langsung melakukan lockdown di lokasi pesantren.

"Kami putuskan untuk tidak boleh ada orang yang masuk maupun keluar dari lokasi pesantren untuk mencegah penularan," ucap ustaz Maman, Jumat, (30/10/2020).

Disamping itu, santri yang sakit pun langsung ditangani oleh dokter pesantren dan petugas medis lainnya yang ada di pesantren. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya langsung melalukan tracing dan swab terhadap kontak erat, dan setelah ada hasil swab, santri yang terpapar pun langsung dilakukan isolasi di Rusunawa Unsil.

"Para santri yang hasil swabnya positif langsung diisolasi ke Rusunawa Unsil yang telah disediakan pemerintah," ujar Maman.

Ustaz Maman menjelaskan, selama para santrinya menjalani isolasi, pihaknya terus memberikan motivasi agar mereka tetap bersabar dengan musibah yang menimpanya.

"Kami suport para santri agar mentalnya tidak down. Kami yakinkan bahwa mereka akan sembuh dan terbebas dari Covid-19. Intinya bagaimana keimanan mereka itu meningkat yang disertai dengan peningkatan imunitasnya supaya segera sembuh," ungkapnya. 

Menurutnya, selama di isolasi di Rusunawa, kegiatan para santrinya tidak berbeda jauh dengan kegiatan di pesantren, tetapi tidak ada pembelajaran formal. Mereka bangun menjelang subuh dan melaksanakan salat subuh berjamaah dengan tentunya menjaga jarak aman. Kemudian dilanjutkan dengan tausyiah siraman rohani.

"Aktivitas di dalam kamar di isi dengan murojaah membaca al-quran, membaca kitab, berdzikir dan kegiatan ibadah lainnya," ungkapnya.

Untuk kebutuhan logistik makanan selama di rusunawa, pihak pesantren pun menyuplainya seperti cemilan dan vitamin.

"Alhamdulillah dukungan dari para alumni pun terus berdatangan untuk memotivasi dan kesembuhan para santri," pungkas Maman.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar