Yamaha

Sedikitnya 15 Karyawan PLTU Cirebon Terkonfirmasi Covid-19

  Sabtu, 14 November 2020   Erika Lia
Ilustrasi rapid test Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

ASTANAJAPURA, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya 15 karyawan PLTU Cirebon terkonfirmasi Covid-19. Ini menjadi temuan pertama yang muncul pasca tes usap massal yang dilakukan secara mandiri oleh konsorsium pembangkit listrik Cirebon Power ini.

Ke-15 karyawan PLTU tersebut menjadi bagian dari penambahan 42 kasus baru yang dicatatkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon per Sabtu (14/11/2020).

Mereka yang terkonfirmasi positif terdiri dari laki-laki maupun perempuan yang berasal dari beragam kecamatan di Kabupaten Cirebon, di antaranya Lemahabang, Astanajapura, Plumbon, Susukanlebak, maupun Sumber.

Seluruh karyawan PLTU yang terkonfirmasi positif itu kini menjalani karantina mandiri. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana menyebut, belum diketahui pasti sebab kemunculan kluster PLTU.

"Belum bisa diketahui sebab awalnya karena PLTU melakukan tes swab (usap) massal," katanya kepada Ayocirebon.com.

Tes usap massal yang dilakukan Cirebon Power bekerjasama dengan RS Pelabuhan Cirebon. Dinkes dalam hal ini hanya sebatas menerima laporan.

Selain karyawan PLTU, 42 kasus baru yang muncul hari ini pula meliputi 2 anggota Polri yang bertugas di Polsek Lemahwungkuk, Kota Cirebon, namun berasal dari kluster Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Guru, pelajar, karyawan swasta (di luar PLTU), hingga ibu rumah tangga pun menjadi bagian dari kasus baru hari ini. Bahkan, terdapat seorang balita perempuan asal kluster Kecamatan Gunungjati yang sebelumnya merupakan pasien suspek dan kini dirawat di RS Sumber Kasih, Kota Cirebon.

Dari 42 kasus tersebut, sebagian besar pasien menjalani karantina mandiri dan sebagian lainnya harus dirawat di rumah sakit. Namun, 2 orang di antara mereka diketahui meninggal dunia.

Seorang pasien yang meninggal dunia merupakan perempuan berusia 25 tahun dan merupakan pasien suspek yang hamil. Pasien asal kluster Kecamatan Gebang ini meninggal setelah menjalani rawat inap.

Pasien perempuan asal Kecamatan Gebang lainnya pun tercatat wafat. Pasien diketahui berusia 52 tahun yang pula sebelumnya terdata sebagai pasien suspek.

Selain pasien suspek yang mendominasi kasus tambahan hari ini, 4 pasien terkonfirmasi positif setelah melakukan perjalanan keluarga ke Cianjur dan kini harus menjalani karantina mandiri. Ke-4 pasien asal kluster Klangenan itu seluruhnya perempuan, dengan usia masing-masing 6 tahun, 11 tahun, 32 tahun dan, 63 tahun.
 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar