Yamaha

Klaster PLTU Cirebon Bertambah, 69 WNA

  Selasa, 17 November 2020   Erika Lia
ilustrasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

ASTANAJAPURA, AYOCIREBON.COM -- Jumlah karyawan PLTU Cirebon yang terkonfirmasi Covid-19 bertambah 11 orang, Selasa (17/11/2020). Dari total 105 pasien positif asal kluster industri, 69 orang di antaranya WNA.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mendata, 11 karyawan PLTU Unit 2 terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit menular Covid-19. Ke-11 orang itu sendiri merupakan WNA.

Ke-11 orang itu terdiri dari 6 laki-laki dan 5 orang perempuan yang berasal dari beragam kecamatan di Kabupaten Cirebon, antara lain Sumber, Astanajapura, Lemahabang, Mundu, Plered, dan Gunungjati. Rentang usia mereka seluruhnya 21-60 tahun.

"Ada tambahan 11 kasus positif di klaster industri yang domisilinya di Kabupaten Cirebon. Seluruhnya kini menjalani karantina mandiri," ungkap juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan, Selasa (17/11/2020).

Sejauh ini, dari informasi yang diterima pihaknya, total 105 pasien dari klaster industri. Dari jumlah itu, 69 pasien di antaranya merupakan WNA.

Ke-69 karyawan tersebut, imbuhnya, berasal dari beragam domisili. Sebanyak 25 orang berasal dari luar Kabupaten Cirebon, 18 orang tinggal di mess, dan 15 orang tanpa alamat.

"WNA dari klaster industri yang domisili Kabupaten Cirebon ada 11 orang," cetusnya.

Sebelumnya, satgas setempat mendata 15 pasien Covid-19 di PLTU. Kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Enny Suhaeni, pihak PLTU menginformasikan klaster PLTU Cirebon bermula ketika seorang karyawan mengeluhkan gangguan indera penciuman.

Sang karyawan tinggal di kawasan Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Menurut informasi, di area tempatnya tinggal pernah terjadi kasus Covid-19.

Meski mengaku tak memiliki kontak dengan pasien positif tersebut, belakangan hasil tes usap menginformasikan karyawan PLTU itu mengalami Covid-19. Sejak itu, pasien positif dari kluster PLTU pun bertambah melalui tes usap massal yang diberlakukan perusahaan hingga kini.

Sejauh ini, pihak manajemen sendiri telah memberlakukan karantina mandiri bagi karyawan yang terkonfirmasi positif tanpa gejala. Sementara, karyawan lain menerapkan pola bekerja dari rumah/work from home (WFH) bagi karyawan harian.

Perusahaan juga membatasi pekerja operasional pembangkit dan telah memastikan area pembangkit steril. Pasokan listrik pun dijamin normal.

Bersamaan penambahan pasien pada kluster industri, hari ini pun satgas Kabupaten Cirebon mencatat tambahan 28 pasien positif lain. Di antara mereka terdapat 2 bayi perempuan asal Kecamatan Pangenan dan Kecakatan Astanajapura yang menjalani perawatan di RSUD Waled.

Selain sang bayi, 17 pasien lain asal berbagai kecamatan di Kabupaten Cirebon juga menjalani perawatan di rumah sakit, baik di Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, maupun Kabupaten Indramayu.

Tak hanya ibu rumah tangga, para pasien datang dari berbagai profesi, seperti PNS maupun tenaga kesehatan. Secara keseluruhan, rentang usia mereka 0-66 tahun.

Selain pasien yang dirawat di rumah sakit, 6 pasien lain menjalani karantina mandiri. Rentang usia mereka 23-80 tahun.

Sementara, 3 pasien lain diketahui meninggal dunia. Mereka terdiri dari 2 perempuan berusia 55 tahun asal Kecakatan Mundu dan 61 tahun asal Kecamatan Losari, serta seorang laki-laki berusia 40 tahun asal Kecamatan Gegesik.

Sampai kini, total 1.671 pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon. Bersamaan dengan lonjakan pasien positif, jumlah pasien meninggal dunia pun bertambah menjadi 112 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes yang juga juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon menyebutkan, rerata pasien meninggal dunia akibat penyakit penyerta (comorbid).

"Baik yang sudah lanjut usia maupun yang berusia muda dan meninggal dunia rata-rata karena ada comorbid. Biasanya pneumonia, diabetes melitus, dan jantung," terangnya.

Selain pasien meninggal dunia, 550 pasien lain masih dalam perawatan rumah sakit maupun karantina mandiri. Sementara, 1.009 pasien pulih.

Dari 1.671 pasien Covid-19, pasien tanpa gejala masih mendominasi sebanyak 896 orang. Sisanya, 774 pasien bergejala.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar