Yamaha

Perempuan Berdaya, Solusi Tekan Angka Kekerasan

  Kamis, 19 November 2020   Erika Lia
ilustrasi -- Penari dari Sanggar Seni Sekar Laras menampilkan tarian dalam rangkaian acara Menari Selama 21 Jam demi memperingati Hari Kartini di Taman Cikapayang, Jalan Ir.H.Juanda, Kota Bandung, Minggu (21/4/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Faktor ekonomi disinyalir menjadi indikator dominan dalam kasus-kasus kekerasan yang dihadapi perempuan. Pemberdayaan bagi mereka pun diperlukan untuk menekan fenomena kekerasan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Tresnawaty memandang, sektor pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi hal krusial yang layak diupayakan saat ini, khususnya kala pandemi belum usai.

"Para perempuan korban kekerasan saat ini paling membutuhkan penanganan dan pendampingan yang kami sinyalir rata-rata karena karena faktor ekonomi," paparnya.

Di Cirebon sendiri, saat ini telah terbentuk Women's March Cirebon. Di antara mereka terdapat anak-anak muda yang turut merespon isu-isu kekerasan perempuan di Kota Cirebon.

Pihaknya sendiri mengapresiasi geliat aktivisme anak mudah untuk menyikapi isu kekerasan perempuan hingga keadilan gender. Women's March Cirebon sendiri berencana menggelar kegiatan peringatan hari Anti kekerasan terhadap perempuan awal Desember mendatang.

Namun, Tresnawaty mengingatkan, pandemi telah melahirkan situasi di mana kerumunan dilarang. Karena itu, pihaknya mendorong mereka untuk menggerakkan sektor pemberdayaan ekonomi perempuan.

"Bukannya mengecilkan aksi dan orasi, tapi di masa pandemi tidak boleh berkumpul orang banyak," katanya.

Humas Women's March Cirebon, Adinda mengemukakan, kegiatan awal Desember nanti hendak menyuarakan penghentian terhadap segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Pihaknya berharap, publik bisa mengenali bentuk kekerasan dan cara menghindarinya.

"Peserta juga akan diajarkan melapor bila mendapat tindak kekerasan hingga trauma healing," cetusnya.

Sementara, salah satu perempuan di Kota Cirebon, Fany Krisna memandang, kekerasan terhadap perempuan dapat dihentikan bila perempuan memiliki energi/daya pada sektoe-sektor kehidupan, salah satunya ekonomi. Kemampuan perempuan untuk berdaya secara ekonomi menjadi dasar atau bekal untuk memiliki kekuatan di segala lini.

"Perempuan harus berdaya, di antaranya harus memiliki skill yang membuatnya berdaya secara ekonomi," ujarnya kepada Ayocirebon.com, Kamis (19/11/2020).

Kemampuannya pada sektor ekonomi dinilai akan membuat perempuan dapat mandiri dan tak tergantung pada siapapun. Bila perempuan dapat mandiri, dia meyakini, perempuan dapat menghindarkan diri dari bentuk-bentuk kekerasan.

Sementara, warga Cirebon lainnya, Dela Vigna menyarankan kaum perempuan tak terkungkung pada persepsi sosial tentang perempuan. Stigma atas perempuan sebagai kaum yang lemah harus diubah sejak dari pikiran masing-masing perempuan.

"Saya sendiri punya prinsip, secara sosial, laki-laki dan perempuan sama. Be yourself aja, kalau ada pendapat ya utarakan atau merasa mampu ya lakukan, jangan terkungkung sama anggapan perempuan itu lemah sehingga membuka peluang sendiri sebagai korban (kekerasan)," ungkapnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar