Yamaha

PSBM Diterapkan di Kabupaten Majalengka, MTQ Dibatalkan

  Selasa, 24 November 2020   Erika Lia
Ilustrasi baca Alquran (Ayobandung)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- Pemkab Majalengka menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), menyusul lonjakan kasus yang cukup mengkhawatirkan di sana. Even Musabaqoh Tilalwatil Quran (MTQ) pun terpaksa ditunda.

Kebijakan itu telah diterapkan sejak 2 hari terakhir. Bupati Majalengka, Karena Sobahi mengeluarkan surat edaran yang memutuskan PSBM sebagai upaya menekan risiko penyebaran Covid-19.

Karena pun mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 106 Tahun 2020 Tentang Pedoman PSBM dalam Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Majalengka.

"Para camat harus menyosialisasikan pelaksanaan peraturan tersebut," katanya.

Satgas Penanganan Covid-19 pun diminta mengupayakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19, selain pula harus mengawasi pelaksanaan PSBM di masing-masing wilayahnya.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar tatap muka dilarang hingga penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan.

Masyarakat yang berencana menggelar hajatan hanya diperkenankan melangsungkannya secara sederhana dan dihadiri kalangan terbatas/keluarga (maksimal 20 orang). Resepsi dan kegiatan hiburan dilarang.

Secara umum, kegiatan pengumpulan massa pula tak dibolehkan, seperti even olahraga, pertunjukan seni budaya, pertemuan komunitas, serta kegiatan lain yang menyebabkan kerumunan massa.

Tak hanya itu, seluruh destinasi wisata di Kabupaten Majalengka ditutup sementara. Sementara, seluruh tempat ibadah diminta mengetatkan kembali protokol kesehatan.

Surat edaran itu sendiri berlaku selama 14 hari atau setara dengan 1 kali masa inkubasi terpanjang. Namun, Karna menyatakan, kebijakan itu dapat diperpanjang sesuai hasil evaluasi sampai dengan terkendalinya Covid-19.

Lonjakan kasus Covid-19 sendiri diketahui berimbas pada penundaan MTQ atau festival keagamaan Islam Indonesia ke-50 tingkat Kabupaten Majalengka. Sedianya, MTQ akan digelar Selasa (24/11/2020) di Desa Pagandon Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka.

Danramil 1717/Kadipaten, Kapten Arh. Dani Hamdani menyatakan, waktu pelaksanaan MTQ ditunda akibat lonjakan kasus. Namun begitu, pihaknya bersama warga setempat tetap melakukan gladi bersih, mulai dari membersihkan jalan, aliran sungai, hingga area gedung yang semula akan digunakan untuk kegiatan.

"Kami juga menyemprotkan cairan disinfektan, mulai dari pemondokan rumah bagi kafilah, juri, dan panitia, hingga masjid dan musala," tuturnya.

Dia menyebutkan, secara keseluruhan, sebenarnya persiapan penataan lokasi lomba sudah mencapai 90%.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar