Yamaha

Membakar Dedak, Pabrik Penggiling Padi di Kuningan Ludes Dilalap Api

  Rabu, 25 November 2020   Erika Lia
Api melalap pabrik penggilingan padi di Desa Sumberjaya, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan.

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Sebuah pabrik penggilingan padi di Desa Sumberjaya, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, habis dilalap si jago merah. Pelaporan yang terlambat hingga keterbatasan alat proteksi dini menyebabkan pemilik merugi ratusan juta rupiah.

Penggilingan padi diketahui milik Suwiti (65) yang terletak di Blok Karanganyar. Kejadian itu berlangsung Selasa (24/11/2020) malam, setelah sebelumnya sang empunya pabrik membakar dedak di bagian belakang bangunan.

Seorang saksi, Kustur Eriawan yang merupakan aparat pemerintahan desa (pemdes) setempat mengungkapkan, membakar dedak menjadi aktivitas rutin pemilik pabrik setiap hari.

"Tujuannya membersihkan sisa-sisa penggilingan padi," katanya.

Beberapa jam kemudian, 2 karyawan yang bermaksud mengecek padi di penggilingan, melihat api telah membakar atap bangunan.

Mereka lantas memberitahukan pemilik pabrik maupun masyarakat sekitar dan aparat pemdes. Menggunakan peralatan seadanya, termasuk pompa air milik warga sekitar, warga dibantu anggota Polsek dan Koramil Ciwaru berupaya memadamkan api.

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Mh. Khadafi Mufti mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kebakaran dari saksi Kustur. Pelaporan diterima setelah warga yang berupaya memadamkan api mencemaskan kemungkinan kebakaran akan merambat ke bangunan lain.

"Sekitar 42 menit setelah kejadian awal, kami menerima informasi ada kebakaran di pabrik penggilingan padi," tutur Khadafi, Rabu (25/11/2020).

Sekitar 35 menit kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Dibantu warga, pemadaman lantas dilakukan hingga sekitar 40 menit kemudian api berhasil dijinakkan.

"Kami pastikan api benar-benar padam," ujarnya.

Pihaknya menduga, api yang membakar pabrik berasal dari pembakaran dedak. Selama itu, angin diketahui bertiup kencang hingga diduga menerbangkan bara api ke arah bangunan.

Dia menyebut, lokasi kebakaran berada di pemukiman padat penduduk dan jauh dari jalan raya. Di area sekitar pabrik tak ditemukan sistem proteksi kebakaran aktif maupun pasif, seperti alat pemadam api ringan (apar)/tabung pemadam kebakaran, tandon air untuk kebakaran, dan sejenisnya.

"Jarak jangkauan sangat jauh dan ada keterlambatan pelaporan kejadian," imbuhnya.

Kebakaran menyebabkan pemilik ditaksir merugi lebih dari Rp200 juta. Selain pabrik, api pula melalap isinya, seperti 2 unit mesin penggiling padi, genset, 300 kg gabah kering, serta 200 kg beras.

"Alhamdulillah tak ada korban jiwa," cetusnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat mewaspadai setiap potensi bahaya kebakaran yang bersumber dari pembakaran sampah, tungku, gas, korsleting listrik, dan lainnya.

Pemdes disarankan menyebarluaskan nomor telepon darurat, seperti nomor pemadam kebakaran, polsek, koramil, PLN, dan lainnya.

Pemilik tempat usaha, lanjutnya, wajib menyediakan sistem proteksi kebakaran aktif untuk lingkungan tempat tinggal/pemukiman/lokasi usaha, dengan menyediakan apar, hidran, tandon air, atau lainnya, sebagai upaya pencegahan awal dalam penanganan kebakaran.

"Bila terjadi kebakaran, segera laporkan kepada petugas di Kantor UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan di nomor (0232) 871113. Layanan ini gratis, tidak dipungut biaya apapun," tegasnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar