bank bjb
  
Yamaha

Pasien Covid-19 Klaster Ponpes di Indramayu Bertambah

  Kamis, 26 November 2020   Erika Lia
Pasien Covid-19 Klaster Ponpes di Indramayu Bertambah
Santri. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Sebanyak 8 santri asal pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, kembali terkonfirmasi Covid-19. Ini merupakan pasien tambahan dari klaster ponpes yang muncul selama sepekan terakhir.

Bersama mereka, otoritas penanganan Covid-19 setempat pula mencatat 18 pasien baru lainnya yang berasal dari beragam kalangan. Selain tenaga kesehatan yang kembali terpapar, terdapat pula aparatur sipil negara (ASN).

"Ada penambahan 8 orang dari Kecamatan Bongas, semuanya merupakan pelajar/santri dari klaster ponpes," ungkap Kepala Dinas Kesehatan sekaligus juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Rabu (25/11/2020).

Sejauh ini, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di ponpes bersangkutan telah dihentikan sementara guna menekan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

"Aktivitas KBM di sana sudah dihentikan sementara," ujarnya.

Selain santri, Covid-19 dari kluster ponpes pun memapar ibu rumah tangga dan wiraswasta. Mereka sempat menjalani karantina mandiri di ponpes, yang terpisah dengan penghuni lain yang tak terpapar virus.

Pihaknya menjamin pemantauan intensif atas kondisi kesehatan seluruh pasien. Satgas tingkat kecamatan pun sudah diminta melakukan disinfeksi di area ponpes, termasuk menyediakan bantuan pangan dan vitamin bagi para pasien.

Satgas tingkat kecamatan pun telah diminta lebih siaga menerapkan protokol kesehatan (prokes) di area ponpes. Selain itu, petugas disiagakan di bagian depan untuk pengecekan suhu tubuh dan memastikan pemakaian masker maupun cuci tangan bagi penghuni ponpes.

Klaster ponpes di Kecamatan Bongas muncul sebagai dampak dari keberadaan seorang pasien positif sebelumnya yang meninggal dunia pada 8 November 2020. Mereka yang belakangan terkonfirmasi positif merupakan para kontak erat dari pasien pertama yang diketahui merupakan salah satu tokoh agama ponpes tersebut.

Ketika sang pasien meninggal dunia, hasil pemeriksaan tes usap atas dirinya belum keluar. Dengan kebutaan pada kepastian status pasien, warga sekitar ponpes meminta jenazah dibawa ke pesantren untuk disalatkan.

"Petugas RSUD Indramayu tetap melakukan Pemulasaraan jenazah sesuai prokes Covid-19. Warga sudah setuju, tapi jenazah tidak langsung dimakamkan, melainkan disalatkan dulu di depan mobil (ambulance) untuk menghormati tokoh agama itu," tutur Deden.

Sementara itu, bersama 8 santri tersebut, tercatat pula 18 warga Kabupaten Indramayu lainnya yang terkonfirmasi Covid-19. Dari 18 orang tersebut, 2 pasien di antaranya merupakan ASN.

"Ada 2 ASN dari BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) dan Dinas Pendidikan," cetusnya.

Selain mereka, terdata pula 2 nakes, 9 ibu rumah tangga, dan 5 wiraswasta. Selain Bongas, seluruh pasien baru berasal dari beragam kecamatan, seperti Sindang, Jatibarang, Indramayu, Kandanghaur, Balongan, Anjatan, Pasekan, Arahan, Lohbener, maupun Lelea.

Saat ini, sebagian di antara mereka telah menjalani karantina di RSUD Indramayu dan RS MIS Krangkeng. Sebagian lainnya sementara waktu menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

"Kontak erat masih terus kami data," tuturnya.

Selain 26 pasien baru, pihaknya juga mencatat 2 pasien meninggal dunia. Keduanya perempuan, masing-masing berusia 51 tahun dan 60 tahun asal Kecamatan Gantar dan Kecamatan Jatibarang.

Sejauh ini, total pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Indramayu 663 orang. Rinciannya, 40 orang meninggal dunia, 358 orang dalam perawatan di rumah sakit maupun karantina mandiri dan 265 orang pulih.

Terkait kemunculan kluster ponpes sendiri, PJs Bupati Indramayu, Bambang Tirtoyuliono meyakinkan, pembatasan ketat telah diberlakukan di sana.

"Interaksi dari luar dan dalam pesantren untuk sementara waktu dibatasi, termasuk antar santri," tegasnya.

Nakes pun disiagakan untuk pendampingan dan pemantauan bagi para pasien.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar