Yamaha

Sejumlah Pelajar Terpapar Covid-19, Orang Tua di Indramayu Cemas Lepas Anak Ikuti Kegiatan Belajar Tatap Muka

  Jumat, 27 November 2020   Erika Lia
Belajar Tatap Muka. (Ayobandung.com)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Covid-19 yang memapar berbagai kalangan, termasuk pelajar maupun guru membuat kalangan orang tua khawatir.

Baru-baru ini, Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu mencatat 8 pelajar terkonfirmasi Covid-19. Kondisi tersebut membuat pelajar sempat menjadi penyumbang kasus terbanyak.

"(Penyebabnya) kontak erat dengan pasien positif," jelas Juru bicara Satgas sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, saat disinggung sebab banyaknya pelajar yang terpapar virus, Jumat (27/11/2020).

Tak hanya pelajar, Covid-19 pun diketahui banyak memapar guru, tenaga kesehatan, termasuk pula ibu rumah tangga.

Sebagaimana pada kasus pelajar, tak sedikit pasien yang terkonfirmasi positif merupakan kontak erat dari pasien positif sebelumnya, sebagaimana hasil penelusuran (tracing).

Sementara, sebagian pasien lain, terkonfirmasi positif setelah pengambilan spesimen kerena merupakan pasien yang dirawat di puskesmas.

"Kami kembali menekankan masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak)," imbaunya.

Salah satu orang tua, Wulansari, asal Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, mencemaskan banyaknya pelajar maupun guru yang terpapar Covid-19. Situasi itu menjadikannya khawatir untuk melepas sang anak bersekolah maupun bermain di luar rumah.

"Sempat dilema, inginnya anak belajar di sekolah juga karena terkadang belajar di rumah enggak kondusif, ada saja hal yang mengalihkan perhatian anak. Tapi, mengamati berita banyak pelajar dan guru yang kena (Covid-19), jadi khawatir kalau melepas anak sekolah nanti sehingga sepertinya mending belajar di rumah saja," paparnya.

Dia tak menampik risiko penyebaran virus bisa terjadi di mana saja, tak hanya di sekolah. Namun justru karena itu, dia merasa tak aman melepas sang anak berangkat sekolah, tanpa dapat memastikan keberlangsungan interaksinya dengan orang lain.

Sebagai orangtua, dia berharap, sekolah tatap muka berlangsung ketika pandemi sudah berlalu. Meski mengaku tetap akan direpotkan dengan pembelajaran di rumah, setidaknya dia dapat lebih memantau interaksi sang anak.

"Harapan saya malah vaksin segera diberikan sebagai tindakan preventif yang menjamin kesehatan selama pandemi masih berlangsung," tutur ibu 1 anak ini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar