Yamaha

Harus Disikapi Bijak, kapolda Jabar: Kasus Video 'Azan Jihad' Porsinya Tokoh Agama

  Rabu, 02 Desember 2020   Heru Rukanda
Kapolda Jabar Irjer Pol Ahmad Dofiri, Rabu (2/11/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
TASIKMALAYA, AYOCIREBON.COM -- Video azan yang sebagian kalimatnya diganti dengan hayya alal jihad sempat viral di media sosial. Rekaman video yang diduga berlokasi di daerah Majalengka, Jawa Barat tersebut mendapat beragam reaksi dari umat muslim.
 
Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, kasus video azan yang sebagian kalimatnya diganti dengan kalimat hayya alal jihad masih ditangani oleh pihak MUI setempat. Menurutnya, kasus tersebut adalah porsinya para tokoh agama. Sehingga pihaknya kini menunggu hasil dari penyelesaiannya.
 
“Sebenarnya itu porsi dari MUI dan tokoh agama. Itu porsinya beliau-beliau para tokoh agama. Jadi saya belum berkomentar dulu biar para tokoh agama saja yang menyelesaikannya,” ujar Dofiri dikutip dari ayotasik.com, Rabu (2/11/2020).
 
Salah seorang tokoh agama Islam di Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dengan kejadian tersebut. Menurut sosok yang juga Sekretaris Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya itu, dari kacamata agama tidak dibenarkan kalimat azan diganti dengan kalimat yang lain.
 
“Pada zaman sahabat Umar Bin Khattab memang pernah ada kejadian yang sama di mana seruan pada kalimat azan diganti dengan seruan untuk tinggal di rumah dikarenakan saat itu sedang ada wabah penyakit,” ujar Aminudin, Rabu (2/11/2020).
 
Namun menurutnya, dalam penanganan kasus tersebut semua orang harus berpikir bijak. Pemerintah pun harus menelusuri asal mula kasus tersebut kenapa bisa terjadi. Dalam penanganan kasus ini, lanjut Aminudin, jangan sampai menyudutkan salah satu pihak.
 
“Jadi dalam menyikapi persoalan ini semuanya mesti bijak. Umat Islam jangan mudah terpropokasi dengan kejadian ini. Saya berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan dan tidak kembali terjadi,” ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar