bank bjb
  

Kasus Covid-19 Kota Cirebon di Luar Prediksi, Aktivitas Natal dan Tahun Baru Dibatasi

  Kamis, 17 Desember 2020   Erika Lia
Kasus Covid-19 Kota Cirebon di Luar Prediksi, Aktivitas Natal dan Tahun Baru Dibatasi
Aktivitas warga Kota Cirebon di kawasan kota tua sekitar gedung BAT. Pembatasan aktivitas publik diberlakukan Pemkot Cirebon pada Natal dan Tahun Baru nanti sebab pandemi. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Aktivitas publik di Kota Cirebon dibatasi pada malam Tahun Baru 2021. Pandemi Covid-19 yang belum usai menjadi alasan pada perubahan kebiasaan yang lazim dilakukan jelang pergantian tahun.

Tak hanya tahun baru, pembatasan pula berlaku pada aktivitas peribadatan saat Natal nanti. Namun begitu, beberapa aktivitas tertentu tetap dapat dilaksanakan.

"Segala bentuk aktivitas/kegiatan perayaan tahun baru 2021, baik di tempat tertutup maupun terbuka dilarang," kata Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, Kamis (17/12/2020).

Aktivitas/kegiatan usaha perdagangan dan jasa dibatasi hanya sampai pukul 22.00 WIB. Pun begitu dengan aktivitas masyarakat di luar rumah, dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.

Di sisi lain, pembatasan waktu operasional pada beberapa aktivitas dikecualikan. Kelompok yang tak termasuk dalam pembatasan itu yakni fasilitas pertahanan dan keamanan, pelayanan kesehatan, jasa perbankan, distribusi logistik, pekerjaan konstruksi, unit produksi yang membutuhkan proses berkelanjutan, industri mikro dan kecil, rumah potong hewan, apotek, SPBU, serta jasa penyedia akomodasi (khusus untuk penerimaan tamu menginap).

AYO BACA : Cek Simpatika: Ingat, Batas Kelengkapan Berkas Pencairan BSU Guru Non PNS pada 21 Januari 2021

Pembatasan aktivitas publik pada momen pergantian tahun itu, akunya, telah dituangkan dalam surat edaran bertanggal 16 Desember 2020.

Azis mengemukakan, pembatasan aktivitas diberlakukan dengan pertimbangan penyebaran kasus Covid-19 di Kota Cirebon yang belum berhenti berkembang. Dia meyakinkan, masih diperlukan beragam upaya untuk menekan penyebaran virus.

"Perkembangannya bahkan di luar prediksi," cetusnya.

Semula, terang Azis yang baru saja pulih dari Covid-19 ini, Pemkot Cirebon memprediksi 1.500 warga Kota Cirebon terpapar Covid-19 pada Desember ini. Namun nyatanya, jumlah itu telah terlampaui menjadi 1.718 orang sampai hari ini, dengan rincian 68 orang meninggal dunia, 223 orang masih dalam isolasi, dan 1.427 orang pulih.

Natal dan Tahun Baru dipandang menjadi momentum yang potensial dalam penambahan kluster baru. Terlebih, kebijakan ini dinilai telah selaras dengan larangan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, terhadap bentuk-bentuk perayaan tahun baru.

AYO BACA : Tahapan Pencairan BSU Guru Non PNS Setelah Terdaftar di Simpatika Usai Notifikasi

Selain tahun baru, pembatasan pula berlaku dalam ibadah Natal. Dia menegaskan, pembatasan ini tak berarti larangan.

"Ada pembatasan untuk jumlah umat yang beribadah di gereja secara langsung, misalnya 50% saja dan sisanya bisa mengikuti secara virtual," paparnya.

Bagi umat yang melaksanakan ibadah di gereja, diingatkan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Terkait perayaan natal, dia memastikan telah melayangkan imbauan tertulis kepada para pemuka agama Kristiani di Kota Cirebon untuk memperhatikan hal ini.

Secara umum, Azis menegaskan, sanksi akan dijatuhkan bagi para pelanggar prokes pada natal dan tahun baru nanti. Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk merayakan tahun baru di rumah, salah satunya mengisi waktu dengan berdoa.

"Kami harap, tahun baru ini dimanfaatkan warga Kota Cirebon untuk lebih banyak bertafakur kepada Allah SWT," pintanya.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda menyampaikan, pelanggaran prokes menjadi salah satu fokus Operasi Lilin Lodaya 2020/2021. Operasi ini akan berjalan sejak 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

"Selain pelanggaran prokes, fokus lain antisipasi pelanggaran lalu lintas, seperti kemacetan dan kecelakaan, sampai kejahatan terorisme di tempat umum," tuturnya.

Pihaknya sendiri bersinergi dengan TNI dan Pemkot Cirebon demi menjaga kondusivitas dan kekhidmatan Natal dan Tahun Baru di tengah pandemi yang belum usai.

AYO BACA : 35% Perkantoran di Kota Cirebon Jadi Klaster Covid-19


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar