Yamaha

Dugaan Rekayasa Buku Nikah, Sidang Lanjutan Bakal Digelar di Cirebon

  Jumat, 18 Desember 2020   Fichri Hakiim
Sidang Rekayasa Buku Nikah (Ayobandung.com)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Sidang lanjutan kasus dugaan rekayasa buku nikah milik Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah, kembali digelar. Namun, sidang kali ini berjalan tanpa di hadiri tergugat 2 intervensi yakni Fifi Sofiah beserta kuasa hukumnya.

Kuasa hukum penggugat Razman Arif Nasution mengatakan sidang berjalan dengan lancar, walaupun hanya dihadiri oleh tergugat 1. Penggugat mendengar jawaban dari kuasa hukum tergugat 1 yakni Kantor Urusan Agama ( KUA) Mundu, secara lisan.

Sementara itu, lanjut Razman, pihak tergugat 2 Intervensi tidak menghadiri sidang. "Sidang hari kemarin berjalan lancar, yang hadir hanya tergugat 1, tergugat intervensi 2 tidak hadir. Tadi kami sudah mendengar jawaban atas reflik kami. Tinggal menunggu jawaban dari tergugat 2 intervensi," ujar Razman saat dikonfirmasi seperti diberitakan Ayobandung.com, Jumat (18/12/2020)

AYO BACA : Aktivitas Publik di Cirebon Dibatasi saat Libur Natal dan Tahun Baru

Razman menjelaskan, hasil sidang di PTUN Bandung akan menentukan putusan instansi lainnya, seperti Pengadilan Agama Sumber, Polda Jateng dan Polda Jabar.

Razman telah meyiapkan bukti-bukti secara matang, ia juga sudah menyiapkan bukti dokumen serta saksi yang memberatkan tergugat.

"Perkembangannya baik, kami yakin hasil PTUN Bandung positif, sehingga akan menggugurkan hasil sidang di Pengadilan Agama Sumber, serta kasus di Polda Jateng dan Polda Jabar," tambahnya.

AYO BACA : Profil Kirana Anindita Peserta Indonesian Idol asal Purwakarta

Rencananya, salah satu saksi yang akan dihadirkan ke PTUN Bandung ialah penggali makam wali nikah Fifi Sofiah. Meskipun ada dugaan intimidasi yang dilakukan Fifi terhadap penggali makam, namun Razman tetap akan berupaya menghadirkan penggali makam tersebut ke PTUN Bandung. Razman juga berharap tidak ada lagi intimidasi terhadap saksi.

"Rencananya kami akan menghadirkan saksi penggali makam. Saat sidang di Pengadilan Agama Sumber saksi mendapat intimidasi. Kalau ada pihak melakukan intimidasi, kami akan bawa ke jalur hukum," tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Kantor Urusan Agama ( KUA) Mundu, Haidar Yamin Mustafa, mengatakan pihaknya melihat reflik dari penggugat dan memberikan jawaban yang sama seperti sebelumnya.

"Setelah kita lihat, tidak ada yang perlu diperdebatkan, karena kami berfikir apa yang kami sampaikan didalam duplik pada intinya sama seperti jawaban. Makannya tadi memilih untuk disampaikan secara lisan, yang pada pokoknya jawaban duplik kami tetap pada pendirian kami," ujarnya.

Haidar menjelaskan, pada sidang selanjutnya yang beragendakan sesi penunjukan alat bukti, pihaknya berencana menghadirkan saksi yang menjadi pencatat pernikahan.

"Karena saksi yang akan dihadirkan sudah berumur dan lebih dari satu, makannya kami akan berencana mengajukan sidang di Cirebon kepada majelis hakim yang biasa disebut sidang ditempat. Kalau kami berfikir gimana caranya kita bisa membuktikan, bahwa surat dan dokumen didukung dan di uji oleh orangnya secara langsung ditempat," pungkasnya.

AYO BACA : Chord Hanya Rindu Andmesh Kamelang


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar