bank bjb
  
Yamaha

Curah Hujan Berpotensi Meningkat di Ciayumajakuning, Waspada Bencana Alam selama Nataru

  Selasa, 22 Desember 2020   Erika Lia
Curah Hujan Berpotensi Meningkat di Ciayumajakuning, Waspada Bencana Alam selama Nataru
Ilustrasi banjir. (ayobandung.com)
KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Curah hujan diprediksi terus meningkat selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021. Masyarakat di Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) diminta mewaspadainya.
 
Di Kabupaten Majalengka, longsor terjadi di Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Selasa (22/12/2020). Material longsor menutupi Jalan Jatilima di desa tersebut.
 
"Longsor menyebabkan jalan tak bisa dilalui kendaraan roda 4 maupun roda 2. Sementara arus lalu lintas dialihkan ke jalur lain," ungkap Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Majalengka, Reza Permana.
 
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Kondisi itu diperparah dengan kurangnya resapan air.
 
Sementara, di Kabupaten Kuningan, puluhan bencana alam terjadi selama 2020. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Indra Bayu menyebutkan, sebanyak 23 kejadian bencana melanda Kabupaten Kuningan sampai 19 Desember 2020.
 
"Rata-rata setiap hari ada kejadian bencana di Kabupaten Kuningan," katanya.
 
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, terutama yang tinggal di wilayah rentan bencana.
 
Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan meningkat pada Desember. Menurutnya, hampir setiap hari hujan terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan.
 
"Ini merupakan fase awal peningkatan curah hujan. Menurut prakiraan cuaca BMKG, curah hujan pada Januari akan terus meningkat," terangnya.
 
Terkait ini, Bupati Kuningan, Acep Purnama mengeluarkan Surat Edaran Nomor 360/ 2453/ BPBD tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tanah Longsor, Pergerakan Tanah dan Banjir di Kabupaten Kuningan Tahun 2020.
 
Surat itu menyebutkan prakiraan BMKG ihwal awal musim hujan La Nina di Kabupaten Kuningan pada November dan Desember. Intensitasnya diperkirakan terus meningkat hingga April 2021.
 
"Semua pihak harus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dan meminimalisasi risiko bencana di musim penghujan, seperti bencana tanah longsor/pergerakan tanah dan banjir," paparnya.
 
Pendirian posko kesiapsiagaan menjadi salah satu langkah yang harus disiapkan di desa-desa rawan bencana alam. Identifikasi dan kajian lapangan terhadap daerah-daerah yang rentan bencana pun harus dilakukan sebagai upaya kewaspadaan atas bencana hidrometeorologi.
 
Selain itu, masyarakat diimbau bergotong royong melakukan kegiatan pembersihan lingkungan, baik saluran drainase pemukiman maupun aliran sungai, serta memangkas cabang dahan atau pohon yang rawan tumbang. Bila ditemukan retakan tanah, harus segera ditutup sebelum terjadi tanah longsor.
 
"Aktifkan potensi sumber daya manusia dan peran aktif masyarakat dengan melakukan piket malam, serta meningkatkan budaya kearifan lokal untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi," pintanya.
 
Para camat dimintanya pula meneruskan imbauan ini kepada kepala desa dan lurah di wilayah kerjanya masing-masing. Tindakan preventif pencegahan sebagai upaya pengurangan risiko bencana di musim penghujan harus mereka lakukan sejak dini.
 
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn mengimbau masyarakat di Wilayah Ciayumajakuning mewaspadai bencana sepanjang musim penghujan ini.
 
"Desember ini puncak La Nina. Januari dan Februari puncak musim hujan," tuturnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar