bank bjb
  

134 Santri Tertular Covid di Kecamatan Gempol Cirebon Diisolasi di Ponpes

  Senin, 28 Desember 2020   Erika Lia
134 Santri Tertular Covid di Kecamatan Gempol Cirebon Diisolasi di Ponpes
ilustrasi santri menjalani swab test Covid-19. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

GEMPOL, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya 134 santri pada pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, terkonfirmasi Covid-19. Mereka lalu diharuskan menjalani isolasi di lingkungan ponpes.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni menyatakan, klaster ponpes di Gempol berawal dari 2 santri yang diketahui terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit menular Covid-19.

"Hasil tracing ke-2 santri yang positif itu ditemukan 46 orang kontak erat," katanya, Senin (28/12/2020).

Hasil tes usap atas ke-46 orang tersebut mendapati 26 santri terkonfirmasi Covid-19. Pihaknya lantas melakukan tes usap bagi 250 orang kontak erat dari 26 santri tersebut dan mendapati 106 santri positif.

AYO BACA : Klaster Covid-19 Pesantren di Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon Tulari 134 Santri

Dari 106 santri itu, diperoleh 272 kontak erat. Terhadap mereka pun, pihaknya melakukan tes usap guna memastikan kondisi kesehatan masing-masing.

Dari 272 orang yang menjalani tes usap hari ini, belum diketahui hasilnya. Pihaknya berharap, mereka seluruhnya terkonfirmasi negatif Covid-19.

"Dari 106 santri yang positif, 86 santri asal Kabupaten Cirebon," ujarnya.

Para santri yang terkonfirmasi positif selanjutnya harus menjalani isolasi pada salah satu ruangan di masing-masing ponpes, mengingat ada beberapa ponpes di kawasan tersebut. Isolasi dipastikan untuk membatasi mobilitas masing-masing dan mencegah penularan virus.

AYO BACA : Akhir Tahun, Banjir Masih Bayangi Warga Kabupaten Cirebon

Para santri yang terkonfirmasi positif hampir seluruhnya merupakan pasien tanpa gejala (asimtomatik). Selain mengisolasi para pasien positif, pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) pun diberlakukan di kawasan tersebut, dengan pendampingan tenaga kesehatan Puskesmas Winong.

"PSBM akan berlaku sampai seluruh sasaran di kawasan tersebut menjalani rapid test antigen maupun swab (tes usap) PCR," tuturnya.

Kelak, mereka yang terkonfirmasi negatif Covid-19 seusai menjalani tes usap maupun rapid test antigen, akan dipulangkan dan yang positif akan diisolasi. Sejauh ini, pihaknya masih mendahulukan pemeriksaan sampel para kontak erat.

"Kami belum mengambil semua sampel, masih mendahulukan para kontak erat," cetusnya.

Dalam situasi itu, dia meyakinkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon sudah berkoordinasi dengan satgas kecamatan setempat. Pendekatan kepada pihak ponpes agar menerima baik kondisi itu dan mengupayakan pencegahan penyebaran Covid-19 pun sudah dilaksanakan.

Sampai Senin (28/12/2020) sore, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah menjadi 3.684 kasus. Rinciannya, 216 orang meninggal dunia, 717 orang dalam isolasi, dan 2.751 orang pulih.

Dari jumlah itu, kasus asimtomatik masih mendominasi dengan 1.878 pasien. Sementara, 1.806 pasien merupakan kasus simtomatik atau bergejala.

AYO BACA : Berenang di Sungai, Seorang Anak di Kota Cirebon Tewas Tenggelam


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar