bank bjb
  
Yamaha

Imbas PPKM Kabupaten Kuningan, Siswa Masih Belajar dari Rumah

  Senin, 11 Januari 2021   Erika Lia
Imbas PPKM Kabupaten Kuningan, Siswa Masih Belajar dari Rumah
Guru mempersiapkan bahan pembelajaran untuk siswa belajar di rumah. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah dipastikan masih akan berlaku di Kabupaten Kuningan sebagai konsekuensi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

PPKM di Kabupaten Kuningan diketahui berlaku sepanjang 11-25 Januari 2021. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika setempat, Wahyu Hidayah menyebutkan, Bupati Kuningan, Acep Purnama sudah menuangkan ketentuan PPKM secara tertulis.

"Bupati sudah menerbitkan Surat Edaran Nomor 443/36/Huk tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Kuningan," katanya, Senin (11/1/2021).

Salah satu ketetapan dalam surat itu berupa pemberlakuan kegiatan belajar mengajar secara daring atau PJJ. Selain dunia pendidikan, Acep pula mengatur pembatasan di perkantoran melalui pola bekerja dari rumah/work from home (WFH) 50% dan sisanya bekerja dari kantor/work from office (WFO) dengan pengetatan protokol kesehatan (prokes).

Di tempat ibadah, pembatasan 50% jamaah juga diberlakukan, dengan pengetatan prokes. Pemkab Kuningan pun meniadakan kegiatan Car Free Day dan kegiatan serta penerimaan kunjungan kerja.

"Pelaksanaan kegiatan lebih mengutamakan dalam bentuk virtual," ujarnya secara tertulis.

Di luar itu semua, kegiatan konstruksi beroleh pengecualian atau diizinkan beroperasi 100%. Namun, pengetatan prokes pun tetap berlaku.

Acep menginstruksikan seluruh camat dan lurah/kepala desa untuk mencatat dan melapor bila mengetahui warganya melakukan perjalanan ke luar daerah, sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Di sisi lain, kegiatan masyarakat di luar rumah dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. Dia pun mengimbau warga menjaga kesehatan dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Masyarakat diingatkan menghindari tempat umum, keramaian, dan kerumunan di ruang publik, bila tak ada kepentingan mendesak. Selain diimbau menghindari kontak fisik, warga pun diminta tak panik dengan segala situasi yang berkembang.

Bila menemukan anggota masyarakat yang mengalami gejala Covid-19, warga diharuskan membawanya ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Sementara, warga yang menjalani tes rapid dengan hasil reaktif dan tes usap dengan hasil positif, harus menjalani karantina mandiri di rumah sakit rujukan atau tempat isolasi yang akan ditetapkan pemerintah.

"Atau dapat melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat secara berjenjang dari Satgas Penanganan Covid-19," tambahnya.

Sejauh ini, tercatat 2.286 kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan dengan 37 orang meninggal dunia. Sementara, 392 orang masih dalam karantina dan 1.857 orang pulih.

Surat edaran itu sendiri diterbitkan menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.10- Hukum/2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional di 20 (dua puluh) Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Barat Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 72/KS.13/HUKHAM Tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Jawa Barat.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar