Yamaha

Diduga Selewengkan 200 Sak Pupuk Bersubsidi, Polisi Tangkap Basah 2 Warga Indramayu

  Rabu, 13 Januari 2021   Erika Lia
Pupuk bersubsidi. (istimewa)
INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Polres Indramayu menggagalkan dugaan penyelewengan pendistribusian pupuk bersubsidi.
 
Polisi menangkap basah 2 warga Kabupaten Indramayu sebagai tersangka, masing-masing berinisial Sjr (47), warga Kecamatan Bangodua, dan Bh (42), warga Kecamatan Tukdana.
 
Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Herlambang membeberkan, kasus itu terungkap setelah anggota Satreskrim berpatroli, Selasa (5/1/2021) malam.
 
"Petugas tiba di Desa Mekarsari, Kecamatan Tukdana, dan melihat ada aktivitas bongkar muatan dari atas sebuah truk bernopol T 9154 E," bebernya didampingi Kasat Reskrim, AKP Lutfhi Olot Gigantara, di Mapolres Indramayu.
 
Curiga, polisi mendekatinya dan belakangan mengetahui truk itu bermuatan pupuk bersubsidi NPK Phonska produksi Pupuk Indonesia. Petugas pun memeriksa surat jalan yang ditunjukkan kru truk asal luar Kabupaten Indramayu ini.
 
Tersangka diketahui akan menjual pupuk kepada petani dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Mereka berencana menjualnya seharga Rp330.000/kuintal.
 
Sementara, HET yang ditentukan pemerintah untuk pupuk subsidi jenis NPK hanya Rp230.000/kuintal. Di sisi lain, pupuk itu sendiri seharusnya tak didistribusikan di wilayah Indramayu.
 
"Kami amankan 200 sak pupuk bersubsidi NPK Phonska, dengan isi 50 kg/sak, dari tangan tersangka," sebutnya.
 
Dia memastikan tersangka mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat UU Darurat RI Nomor 7 Tahun 1955 Tentang Tindak Pidana Ekonomi dan Permendag RI Nomor 15 Tahun 2013 dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar