Yamaha

Banjir Rob Kembali Terjang Pesisir Indramayu, Sekolah Turut Terendam

  Rabu, 13 Januari 2021   Erika Lia
ilustrasi banjir. (Ayobandung.com)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Banjir rob kembali merendam kawasan pesisir pantai Indramayu, tepatnya di Kecamatan Kandanghaur. Selain pemukiman penduduk, banjir pula menerjang fasilitas pendidikan.

Ini merupakan kali ke-3 banjir rob melanda Kecamatan Kandanghaur, terutama di 3 desa, yakni Eretan Kulon, Eretan Wetan, dan Kertawinangun, sejak awal pekan. Total sudah 18 hari warga di sana mengalami banjir rob dalam situasi pasang-surut.

"Ketinggian air kali ini bahkan sempat mencapai 1 m," kata Koordinator Lapangan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Indramayu, Waminudin, Rabu (13/1/2021).

Ketinggian air yang sama sempat pula berlangsung pada Selasa (12/1/2021). Pada hari-hari lainnya sepanjang 18 hari banjir rob menyapu kawasan sekitar, ketinggian air hanya berkisar 30-40 cm.

Banjir semacam itu sendiri diketahui kerap terjadi setiap bulan saat masa bulan purnama. Hanya, banjir kali ini lebih lama dari biasanya.

Menurutnya, lazimnya banjir menerjang pagi hari dan surut pada siang hari. Dia menyebutkan, lebih dari 1.000 rumah warga di 3 desa terdampak banjir, serupa dengan gedung TK sampai SMA.

SD Eretan Wetan 1 dan 2 menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak. Hampir seluruh ruangan sekolah itu terendam air.

Salah seorang guru, Sumaryono mengungkapkan, tahun lalu kejadian yang sama menimpa sekolah tempatnya mengajar. Namun, akibat yang terasa tak sebesar banjir kali ini.

"Dari tahun lalu juga banjir, sekarang ini sudah sekitar sebulan. Tapi, sebelumnya enggak sebesar sekarang," tuturnya.

Di antara ruangan yang terendam air, dia memastikan ruangan kepala sekolah selamat dari banjir. Ruangan itu sebelumnya telah ditinggikan agar tak terdampak banjir dan menjadi lokasi pilihan penyimpanan dokumen penting milik sekolah.

Kepala Sekretariat BPBD Kabupaten Indramayu, Caya menyatakan, banjir rob sulit dihindari. Sayangnya merelokasi warga pun bukan perkara mudah.

"Solusi paling mungkin dilakukan dengan penataan lingkungan di sana," ujarnya.

Tak hanya itu, warga pun disarankan meninggikan bangunan rumahnya untuk mencegah air masuk ke dalam. Di sisi lain, BBWS Citarum pun perlu memperbaiki breakwater.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar