Yamaha

Ulama Kembali Wafat, KH Abd Hamid Meninggal di Madura

  Sabtu, 16 Januari 2021   Republika.co.id
KH Abdul Hamid (Republika/istimewa)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM – Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan, Raden KH Abd Hamid bin KH Ahmad Mahfud Zayyadi meninggal dunia pada Jumat (15/1). Umat Islam kembali kehilangan salah satu ulama besarnya, khususnya di Pulau Madura.

Ini kali ketiga, dalam dua hari berturut-turut umat Islam Indonesia kehilangan ulama, setelah sebelumnya juga wafat Syekh Ali Jaber dan Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf.

AYO BACA : Profil Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, Guru Rizieq Shihab

Kabar duka ini dibenarkan alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Ali Rido. Menurut dia, Kiai Hamid meninggal dunia di usia sekitar 70 tahun. “Meninggal tadi Jumat sekitar pukul 14.30 an, karena umur beliau sudah sepuh,” ujar saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (15/1).

Selain karena sepuh, menurut Ali, Kiai Hamid juga sudah sakit sejak 2012 lalu. Sebagai santrinya, Ali pun menjelaskan sosok Kiai Hamid sebagai ulama yang paling karismatik di Kabupaten Pamekasan. 

AYO BACA : Indonesia Kehilangan Lagi Ulama Besar, Kali ini Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf

“Beliau sosok yang sangat karismatik dan sangat bijaksana. Di masa kepemimpinan beliau ini, pertumbuhan Bata-Bata sangat pesat, mulai dari pendidikan sampai jumlah santinya,” ucapnya.

“Kalau di Pamekasan, beliau tokoh paling karismatik. Beliau jadi tumpuan dari semua permasalahan kehidupan, sosial, maupun politik,” imbuhnya.

Menurut dia, Kiai Hamid juga dikenal sebagai seorang muhaddits yang hafal sampai 5.000 hadits. Namun, menurut Ali, dalam berdakwah Kiai Hamid lebih fokus mengurus pesantren untuk mendidik para kader ulama dan kiai. “Beliau lebih fokus mengurus pesantren. Yang ngurus pesantren sekarang dilanjutkan putranya,” kata Ali.

Jenazah Kiai Hamid dikebumikan di makam yang berada di Komplek Pesantren Bata-Bata. Menurut Ali, para santri tetap mendoakan Kiai Hamid sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Apalagi, Pesantren Bata-Bata sendiri juga ditetapkan sebagai pesantren tangguh di masa pandemi ini. “Tadi beliau dimakamkan sebelum Maghrib di makam yang ada di komplek pesantren,” tutupnya.

AYO BACA : Habib Ali Dimakamkan di Pemakaman Habib Kuncung


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar