Yamaha

Jurgen Klopp Dalam Situasi Sulit Sepanjang Karir di Liverpool

  Sabtu, 23 Januari 2021   Republika.co.id
Pelatih Liverpool Jurgen Klopp

AYOCIREBON.COM Jermaine Jenas menilai Jurgen Klopp saat ini sedang melewati masa-masa paling menggelisahkan sepanjang perjalanannya menangani Liverpool.

Pasukan Klopp tanpa kemenangan dalam lima pertandingan Liga Primer Inggris, dan gagal mencetak gol di empat pertandingan terakhir mereka. 

The Reds menyaksikan rekor klub mereka yang terdiri dari 68 pertandingan liga kandang tak terkalahkan diakhiri oleh Burnley di Anfield, Jumat (22/1). Juara bertahan itu sekarang berada di urutan keempat dalam tabel, enam poin di belakang pemuncak klasemen Manchester United. 

Mantan gelandang Tottenham dan Inggris, Jenas berpikir tekanan pada Klopp mulai terlihat, dan itu bisa memengaruhi para pemain.

"Tidak ada keraguan dalam pengalaman saya, ketika suasana hati manajer mengalami perubahan yang parah, itu berdampak pada tim," kata Jenas kepada BBC dikutip dari Liverpool Echo, Sabtu (23/1). 

"Karena suasana hati mereka sehari-hari di sekitar tempat latihan adalah salah satu yang cukup menyedihkan dan suram, dan itu sulit saya kira," kata dia menambahkan.

Menurutnya, jika seorang pemain mengalami masa-masa sulit, mereka akan memiliki pemain lain atau individu tertentu yang bisa memberikan motivasi.

Dan Liverpool punya orang-orang seperti James Milner, Jordan Henderson, atau Virgil Van Dijk di tempat latihan. Tapi menurutnya akan sulit jika hal serupa dialami oleh pelatih. 

"Saya pikir Anda benar untuk mengatakan bahwa Jurgen Klopp mungkin sama gelisahnya seperti yang kita lihat sejak dia tiba di Liga Primer, dan bahkan mungkin ketika dia berada di Bundesliga dan seterusnya," kata dia. 

Menurut Jenas, ini adalah salah satu dari tahun-tahun itu. Ini merupakan tahun yang sangat membuat frustrasi bagi para manajer untuk memahami aturan, jadwal pertandingan.

Ada banyak hal yang hanya akan membuat marah, mengganggu dan mengejek. Ia pikir itu semua juga dialami oleh Jurgen Klopp,. 

"Dia harus mengendalikan itu dan harus melihat ke dalam dirinya. Saya pikir itulah yang paling saya sukai dari wawancaranya, ketika dia menyebutkan bahwa dia hampir harus berbicara dengan dirinya sendiri dalam hal pesan yang dia kirimkan kepada para pemain, karena jika para pemain bingung di lapangan atau tidak yakin apa yang harus dilakukan pada saat-saat sulit itu, itu tergantung padanya," ujarnya. 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar