Yamaha

Kasus Rekayasa Buku Nikah: IE Tak Terbukti Mualaf

  Sabtu, 23 Januari 2021   Fichri Hakiim
Kuasa Hukum IE Razman Arif

AYOCIREBON--- Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung kembali mengelar sidang lanjutan dugaan rekayasa buku nikah.

Namun, sidang dilakukan ditempat, terkait keabsahan buku nikah milik Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah, di aula hotel Bentani Cirebon, Jumat (22/1/2021) kemarin.

Setelah sidang digelar, Kuasa hukum IE, Razman Arif Nasution, membantah pernyataan Fifi yang mengatakan bahwa IE beragama Islam, seperti yang tercantum di Kartu Tanda Penduduk (KTP) versi Fifi. Pasalnya, Razman menuturkan dalam gugatan menjelaskan bahwa IE telah berpindah agama dari Islam, Budha lalu Katolik.

"Klien kami tidak dapat dibuktikan pernah memeluk Islam, kalau menikah dengan wanita muslimah iya, tapi tidak dapat dibuktikan dengan data bahwa IE memeluk agama Islam," ujar Razman, Sabtu (23/1/2021).

Razman menegaskan, jika menjadi seseorang mualaf harus mengikuti segala prosesnya, sesuai dengan aturan yang berlaku di agama Islam, seperti mengucapkan dua kalimat syahadat.

Menurutnya, bahwa menjadi seorang mualaf memperlihatkan dan memperhatikan syarat administrasi untuk melengkapi status sebagai Muslim di Indonesia.

Tidak bisa begitu saja seseorang telah menjadi mualaf, harus ada proses pengucapan dua kalimat syahadat minimal disaksikan dua orang saksi yang tercatat dalam dokumen. Sesudah proses pengislaman, pengurus akan menerbitkan sertifikat. Nah, sertifikat ini yang dapat digunakan untuk mengubah KTP atau administrasi kependudukan lainnya," jelasnya.

Razman berpendapat, IE tidak terbukti telah melakukan proses menjadi mualaf. Namun, pihak Fifi mengklaim bahwa status agama IE di KTP adalah seorang muslim. Hal itu, berbeda dengan KTP asli milik IE yang beragama Katolik.

"IE tidak dapat dibuktikan menjalani proses mualaf. Fifi bisa tidak menyebutkan siapa saksi saat IE mengucap dua kalimat syahadat? ada gak dokumen yang menyatakan IE mualaf? dan siapa yang mengeluarkan sertifikat mualaf tersebut? yang dapat menjadi ajuan saat membuat KTP dan dokumen lainnya," ucap Razman.

Tak tinggal diam, Razman akan mengambil langkah hukum untuk membersihkan nama baik IE. Pasalnya, Fifi dengan sengaja mengatakan IE sebagai pemeluk agama Islam, Budha kemudian Kristen.

"Kami akan mengambil langkah hukum, dengan cara Fifi yang menyatakan IE menyebar berita bohong dan pencemaran nama baik dan masuk media online, jadi bisa dijerat dengan UU ITE nomor 19 thn 2016," tegas Razman.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar