Yamaha

Bisnis Ikan Cupang yang Menggiurkan

  Sabtu, 30 Januari 2021   Erika Lia
Ikan Cupang

KAPETAKAN, AYOCIREBON.COM--Warna warni Ikan Cupang telah menghipnotis banyak orang. Tak hanya di rumah, kawasan perkantoran pun tak lepas dari intervensi ikan air tawar yang habitat asalnya dari beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, ini.

Terkenang masa kecil, kata Ibrahim Akbar (31), warga Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, saat ditanya awal ketertarikannya memelihara Ikan Cupang. Dulu, dia memiliki Ikan Cupang aduan sebagai peliharaan.

"Dulu saya punya Cupang aduan, tapi sekarang saya tertarik Cupang hias untuk peliharaan di rumah," ungkapnya kepada Ayocirebon.com (Ayo Media Network).

Selama setahun terakhir dia mengoleksi Ikan Cupang dan saat ini sebanyak 8 ekor Cupang jenis Halfmoon dipeliharanya. Warna warni pada tubuh Cupang menjadi magnet bagi Ibrahim untuk merawat dan menjadikan rumahnya lebih semarak.

Tak sekedar indah, bagi Ibrahim pemeliharaan Ikan Cupang yang tak merepotkan pula menjadi alasan lain ketertarikannya. Kemudahan pemeliharaan Cupang membuat dia mengesampingkan hasratnya memiliki Ikan Arwana.

"Sebelumnya ingin sekali memelihara Arwana, tapi kok sepertinya ribet. Beda dengan Ikan Cupang yang perawatannya lebih mudah," ujarnya.

Ibrahim berencana terus menambah koleksi Ikan Cupangnya. Tak hanya jenis Halfmoon, dia pun menyimpan asa memelihara jenis lainnya, seperti Crowntail (Cupang Serit), Dumbo atau Big Ear, bahkan Double Tail yang tergolong langka.

Hobi memelihara Ikan Cupang pula ditemukan di area perkantoran di lingkungan Pemkot Cirebon. Ukuran Ikan Cupang yang kecil memungkinkan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) memeliharanya dalam akuarium yang diletakkan di atas meja kerja mereka.

Lazimnya pehobi Ikan Cupang lain, keindahan warna warni ikan berkarakter agresif dalam mempertahankan wilayahnya inilah yang memesona hati para pegawai pemerintah. Kelebatan warna warni Ikan Cupang kala berenang di dalam akuarium, dipandang bisa mereproduksi fungsi otak dan menggairahkan suasana hati.

"Belakangan sedang tren dan memang indah. Apalagi memeliharanya tidak repot, daya tahan tubuhnya juga kuat, jadilah saya pelihara Ikan Cupang di kantor sebab bisa juga menghilangkan stres," tutur Dicky, salah seorang ASN, mengemukakan alasannya memelihara Ikan Cupang di kantor.

Simplisitas memang menjadi daya tarik krusial pehobi Ikan Cupang, selain kecantikan warna warni tubuhnya. Pada beberapa jenis Ikan Cupang seperti Halfmoon, Crown Tail, Double Tail, Paradise, Cupang Fancy, Cupang Surga, Veil Tail, Plakat, Halfsun, Over Halfmoon, maupun Big Ear, bentuk ekor masing-masing kerap mengundang kekaguman.

Karena itu, Dicky lebih tertarik pada jenis-jenis Ikan Cupang berekor lebar yang mengesankan keanggunannya. Dia kini memelihara 5 ekor Ikan Cupang, masing-masing berjenis Halfmoon, Plakat, dan Big Ear.

Namun, Dicky yang belum genap 2 bulan belakangan memelihara Ikan Cupang ini, rupanya memendam pula hasrat memiliki jenis Paradise yang langka.

"Saya dengar ada jenis Paradise, yang ekornya bercabang. Memang ekornya tak melebar seperti jenis Halfmoon dan lainnya, tapi Paradise unik sekali," ungkap Dicky yang memelihara sebagian Ikan Cupangnya di rumah.

Serupa Memelihara Air

Demam Ikan Cupang pernah dirasakan Muhammad Jakariyah (20), warga Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Tak sekedar memelihara, maraknya pehobi Ikan Cupang justru dilihatnya sebagai peluang bisnis.

"Saya sempat menekuni jual beli Ikan Cupang dengan cara lelang di media sosial (medsos), seperti Instagram," katanya.

Lelang via medsos memang menjadi salah satu media interaksi antar penggemar Ikan Cupang. Untuk melelang, pria yang akrab disapa Jaka itu mengaku wajib merawat peliharaannya sebaik mungkin.

Meski terbilang mudah, pemeliharaan Ikan Cupang tetap membutuhkan atensi dan konsistensi. Jaka menyebut salah satu tips perawatan bagi Ikan Cupang berupa terpaan sinar matahari.

"Memang banyak yang memelihara Ikan Cupang di dalam ruangan, tapi sebenarnya Ikan Cupang juga butuh sinar matahari, terutama pagi hari," bebernya.

Tak butuh waktu lama, Ikan Cupang cukup 'berjemur' sekitar 15 menit saja. Menurutnya, terpaan sinar matahari pagi dapat menghindarkan Ikan Cupang dari jamur.

Selain sinar matahari, pehobi juga harus memperhatikan pakan dan air bagi Ikan Cupang. Pakan yang tak tepat dan air kotor dapat menyebabkan Ikan Cupang terkena sisik nanas (dropsy), sebuah kondisi di mana sisik ikan terangkat menyerupai buah nanas dan menyebabkan ikan tak lagi atraktif.

Jaka menyebutkan beberapa jenis pakan Ikan Cupang, antara lain pelet, cacing sutra, kutu air, artemia (udang air asin), maupun jentik nyamuk. Pehobi disarankan memperhatikan kebersihan pakan Ikan Cupang agar terhindar dari sisik nanas.

Tak hanya bagi kondisi kesehatan, pakan juga menjadi faktor penting yang memengaruhi proses mutasi warna pada tubuh Ikan Cupang. Soliditas warna pada fisik Cupang tak lepas dari proses mutasinya yang memakan waktu sekitar 3,5 bulan.

Sekalipun faktor genetik lebih banyak berperan dalam tampilan fisik Cupang, pehobi tak boleh mengesampingkan faktor lingkungan tempat ikan hidup. Bila abai, proses mutasi dapat terganggu hingga membuat warna warni pada tubuh ikan pecah dan keseluruhan performa fisiknya bisa jadi 'rusak'.

"Air dalam akuarium atau kolam tempat memeliharanya juga harus bersih. Memelihara Ikan Cupang sama dengan memelihara air," tuturnya berfilosofis.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar