bank bjb
  
Yamaha

Perolehan Belum Optimal, BAZNAS Kota Cirebon Minta Ada Perda Zakat

  Jumat, 05 Februari 2021   Erika Lia
Perolehan Belum Optimal, BAZNAS Kota Cirebon Minta Ada Perda Zakat
Amil zakat menerima titipan zakat fitrah dari muzaki (orang yang wajib membayar zakat) di counter zakat fitrah Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat (31/5/2020). (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengusulkan kelahiran peraturan daerah (perda) ihwal zakat untuk meningkatkan perolehannya.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon, Mohamad Taufik memandang, regulasi menjadi hal penting sebagai upaya meningkatkan zakat. Sejauh ini, legalitas pelaksanaan zakat di Kota Cirebon dipayungi peraturan wali kota (perwali).

"Memang sudah ada perwali, tapi belum maksimal," katanya.

Dia menunjuk sejumlah daerah telah memiliki perda zakat, antara lain Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Indramayu. Karenanya, dia pihaknya mendorong DPRD Kota Cirebon untuk menyusun perda zakat.

Menurutnya, BAZNAS Kota Cirebon tertinggal dengan BAZNAS daerah lain. Selama sekitar 4 tahun terakhir, BAZNAS Kota Cirebon nyaris tak berkembang, salah satunya ditunjukkan dengan perolehan zakat dari aparatur sipil negara (ASN).

"Hanya 21% ASN yang berzakat melalui BAZNAS. Padahal, BAZNAS maju bukan untuk kami, melainkan untuk mereka yang lebih membutuhkan," tuturnya.

Menanggapi itu, Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati berjanji akan membahasnya bersama Komisi I dan III DPRD. Dia menyetujui peningkatan perolehan zakat.

"Saat ini tak semua instansi pemerintah dan ASN berzakat ke BAZNAS, sementara BAZNAS menghendaki ASN berzakat melalui mereka," terangnya.

Dia mengklaim, selama ini rutin memantau kegiatan BAZNAS kala menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Dia meyakinkan, potensi zakat di Kota Cirebon terhitung besar sehingga mendorong instansi pemerintah mendukung BAZNAS.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar