bank bjb
  

SKB Atur Seragam Pelajar Dinilai Bisa Hentikan Diskriminasi dan Intoleransi

  Jumat, 05 Februari 2021   Republika.co.id
SKB Atur Seragam Pelajar Dinilai Bisa Hentikan Diskriminasi dan Intoleransi
ilustrasi pelajar. (Antara)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Pemerintah melalui tiga menteri, yakni Mendikbud Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian, dan Menag Yaqut Cholil Qoumas, menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) yang mengatur ketentuan tentang penggunaan seragam dan atribut  bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah negeri.  

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi terbitnya SKB tersebut.

"SKB tersebut menjawab sekaligus menghentikan berbagai polemik yang selama ini ada di sejumlah daerah, karena munculnya berbagai aturan  terkait seragam di lingkungan sekolah bagi peserta didik, pendidik, dan  tenaga kependidikan yang dinilai  cenderung  diskriminatif  dan intoleran di sekolah-sekolah negeri yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, Jumat (5/2/2021).

AYO BACA: bjb syariah Jalin Kerja Sama dengan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia
AYO BACA: Distribusi Vaksin Tak Merata Bisa Timbulkan Efek Mematikan

Di dalam ketentuan pada SKB 3 Menteri tersebut, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan berhak memilih antara seragam sekolah dan atribut tanpa kekhususan agama, atau dengan kekhususan agama. Pemerintah daerah dan sekolah tidak boleh lagi mewajibkan ataupun melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama. Kebijakan ini dilakukan di seluruh sekolah negeri kecuali di Aceh.

Retno menilai, ketentuan menggunakan seragam sekolah beratribut keagamaan atau tidak merupakan hak asasi individu sesuai keyakinan pribadinya. Ia menuturkan, hal ini penting ditekankan, karena melarang ataupun mewajibkan penggunaan atribut semuanya melanggar hak asasi manusia (HAM).

AYO BACA: Refleksi Jelang Setahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, Jurnalis pun Kena Ekses 
AYO BACA: Chord dan Lirik Lagu Cinta Dalam Hati yang Populer Jemimah Challange Indonesian Idol

Retno menambahkan, menggunakan penutup aurat bagi muslimah memang kewajiban. Namun caranya dalam prinsip mendidik, tidak dapat dilakukan dengan paksaan, harus dengan membangun kesadaran terutama bagi anak-anak.

"Berikan pengetahuan, edukasi dan contoh (model) terlebih dahulu, sehingga anak memiliki kesadaran pribadi tanpa merasa terpaksa melakukannya dan benar-benar yakin saat memutuskan menggunakannya, jadi tidak dipandang hanya sekedar seragam, namun menyadari makna mengapa harus menutup aurat," ujarnya lagi.

AYO BACA: 5 Bacaan Sholawat untuk Nabi Muhammad SAW Mudah Dihafal Berikut Latin dan Terjemahan
AYO BACA: 12 Persyaratan Agar Kamu Lolos Program Kartu Prakerja Gelombang 12 Tahun 2021


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar