bank bjb
  

Zona Oranye, Kota Cirebon Kembali Perpanjang PSBB Proporsional

  Rabu, 24 Februari 2021   Erika Lia
Zona Oranye, Kota Cirebon Kembali Perpanjang PSBB Proporsional
ilustrasi -- PSBB Proposional (Ayobandung.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Perubahan status dari zona merah ke zona oranye, tak membuat pengetatan di Kota Cirebon berkurang. Pembatasan aktivitas publik justru kembali diperpanjang di Kota Cirebon sampai Maret 2021.

Pekan lalu, Kota Cirebon menjadi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang terkategori zona merah (risiko tinggi). Pekan ini, situasinya membaik hingga menjadi zona oranye (risiko sedang).

Namun begitu, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional di Kota Cirebon kembali dilanjutkan hingga 8 Maret. Ini merupakan pekan ke-3 Kota Cirebon menerapkan pembatasan.

Penetapan PSBB proporsional dituangkan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis melalui Surat Edaran bernomor 443/SE.11-PEM Tentang Perpanjangan Kedua Pelaksanaan PSBB Secara Proporsional Dalam Rangka Penanganan Covid-19 di Kota Cirebon.

Keputusan itu sendiri didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.102-HukHam/2021 Tentang Perpanjangan Kedua Pemberlakuan PSBB Secara Proporsional di Jabar.

Pemprov Jabar menilai, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Cirebon semakin meningkat dan laju penyebaran masih tinggi. 

"Kota Cirebon menerapkan PSBB proporsional mulai 28 Februari sampai 8 Maret 2021," kata Azis.

PSBB Proporsional telah diterapkan di Kota Cirebon sejak 27 Januari sampai 8 Februari lalu. PSBB Proporsional selanjutnya diperpanjang dengan periode 9-22 Februari 2021.

PSBB belum berakhir di Kota Cirebon ketika kemudian daerah berjuluk Kota Udang ini terkategori zona merah pekan lalu. Memasuki pekan ini, Kota Cirebon diketahui terkategori zona oranye, namun PSBB tetap berlaku.

Kendati pembatasan aktivitas publik berlangsung lebih dari sebulan terakhir, Azis meyakinkan, kebijakan itu tak mengesampingkan sektor ekonomi. Aktivitas ekonomi tetap dapat beroperasi, hanya dibatasi.

Pembatasan sendiri di antaranya berlaku pada pasar induk pada waktu operasionalnya, mulai pukul 02.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Sementara, pasar rakyat non induk pukul 04.00-18.00 WIB.

Waktu operasional di warung makan/restoran/kafe/usaha sejenis lain dan pedagang kaki lima (PKL) makanan/minuman dibatasi hingga pukul 23.00 WIB. Dalam hal ini, pelayanan makan di tempat (dine in) dibatasi sampai pukul 20.00 WIB.

Pukul 20.00-23.00 WIB pelaku usaha tersebut harus menerapkan layanan untuk dibawa pulang secara langsung (take away), lantatur (drive thru) secara daring/online, dan/atau dengan fasilitas telepon/layanan antar, serta tak menyediakan meja dan/atau kursi kepada pelanggan/pembeli.

Namun, Pemkot Cirebon memutuskan menghentikan sepenuhnya aktivitas pasar mingguan di kawasan Stadion Bima dan aktivitas pasar malam dan pasar mingguan lain. Selain tempat usaha, pembatasan berlaku pula pada aktivitas perkantoran.

Sementara, waktu operasional aktivitas usaha pariwisata pada bidang usaha hiburan malam dan karaoke, dibatasi sampai pukul 23.00 WIB. Pelaku usaha pun diharuskan membatasi kapasitas 25% dari daya tampung ruangan/tempat serta menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan pengawasan ketat.

Untuk aktivitas penyelenggaraan acara resepsi/Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE) serta pelaksanaan event indoor maupun outdoor dibatasi hingga pukul 18.00 WIB. Pembatasan pun berlaku bagi kapasitas 25% dari daya tampung ruangan/tempat.

Aktivitas transportasi publik berlaku pembatasan pada jumlah penumpang hanya 50% dari kapasitas daya tampung penumpang.

Untuk aktivitas/usaha perdagangan barang dan jasa lainnya serta perkantoran dibatasi sampai pukul 21.00 WIB.

Namun begitu, terdapat jenis usaha/aktivitas yang dikecualikan dari pembatasan waktu operasional, masing-masing fasilitas pertahanan dan keamanan, pelayanan kesehatan, jasa perbankan, distribusi logistik, pekerjaan konstruksi, unit produksi yang membutuhkan proses berkelanjutan setelah mendapat izin yang diperlukan dari Kementrian Perindustrian, unit produksi barang ekspor, unit produksi barang pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan (pakan, pupuk, obat-obatan, peralatan, dan Iain-lain), industri mikro dan kecil, rumah potong hewan, apotik, SPBU, dan jasa akomodasi (khusus penerimaan tamu).

Azis mengingatkan setiap orang mematuhi prokes dengan mengenakan masker yang menutup hidung hingga dagu, atau memakai face shield.

"Selalu mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer," tambahnya.

Selain itu, setiap orang diingatkan membatasi interaksi fisik serta menjaga jarak aman antar orang minimal 2 m, menghindari/atau tak menimbulkan kerumunan yang berpotensi menularkan Covid-19, dan membatasi aktivitas di tempat umum.

Di bagian lain, pelaku perjalanan dalam negeri di luar wilayah Provinsi Jabar yang akan memasuki wilayah Kota Cirebon harus tunduk dan patuh pada ketentuan prokes.

Pelanggar ketentuan tersebut diancam sanksi berupa tindakan penghentian atau pembubaran aktivitas. Tindakan hukum lain pun berlaku, sesuai peraturan perundang-undangan.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar