Yamaha

Pengguna Kuota Internet Gratis Kurang dari 1 GB Pemakaian Dicoret Tahun Ini

  Rabu, 03 Maret 2021   Aini Tartinia
ilustrasi belajar online di masa pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Selama tiga bulan hingga pertengahan Juni 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali memberikan kuota internet gratis 2021. Namun, ada beberapa pengecualian untuk pengguna yang tidak memenuhi ketentuan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie mengatakan, pengguna kuota internet gratis November hingga Desember 2020 tahun lalu yang pemakaiannya kurang dari 1 GB secara otomatis tidak masuk kriteria lanjutan untuk periode 2021 ini.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena pemakaian kuota internet gratis di bawah 1 GB yang berarti si pengguna tidak memaksimalkan kuota data dan kemungkinan juga tidak membutuhkannya atau berbagai alasan lainnya.

“Pemakaian di bawah 1 GB cukup tinggi loss-nya, ada sekitar 5 jutaan dan sangat terpaksa kita turunkan. Sehingga mereka atau yang menggunakan di bawah 1 GB bisa jadi sudah punya banyak opsi lain,” ungkap Hasan dalam diskusi virtual, Rabu (3/3/2021).

Hasan tak menjelaskan, apakah pengguna yang memakai kuota internet gratis Kemendikbud di bawah 1 GB bisa memperoleh kembali pada periode 2021. Ia berujar, Kemendikbud pastinya membuka ruang yang luas kepada siswa atau guru yang belum memperoleh kuota internet gratis di periode sebelumnya, untuk mendapatkannya pada April tahun ini dengan syarat yang sudah ditetapkan.

1. Calon penerima melapor kepada pimpinan satuan pendidikan sebelum bulan April 2021 untuk mendapatkan bantuan kuota.

2. Pimpinan atau operator satuan pendidikan mengunggah SPTJM untuk nomor yang berubah atau nomor baru pada:

- https://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id/ atau
- https://pddikti.kemdikbud.go.id/ (untuk jenjang pendidikan tinggi)

Diketahui, berikut syarat penerima kuota internet gratis Kemendikbud 2021:

1. Bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan jenjang pendidikan dasar menengah harus terdaftar di aplikasi Dapodik dan memiliki nomor ponsel aktif atas nama siswa, orangtua, anggota keluarga, atau wali.

2. Untuk guru PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah, yakni harus terdaftar di aplikasi Dapodik dan memiliki nomor ponsel yang aktif.

3. Lalu, bagi mahasiswa harus terdaftar di PDDikti, berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang menuntaskan gelar ganda, memiliki kartu rencana studi pada semester berjalan, dan memiliki nomor ponsel aktif.

4. Adapun untuk dosen, harus terdaftar di aplikasi PDDikti dan berstatus aktif, memiliki nomor registrasi, dan memiliki nomor ponsel aktif.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar