bank bjb
  

Sebulan PPKM, Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon Masih Ditemukan

  Selasa, 09 Maret 2021   Erika Lia
Sebulan PPKM, Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon Masih Ditemukan
ilustrasi -- PPKM di Cirebon (Ayocirebon.com/Erika Lia)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Sebulan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Kabupaten Cirebon, kasus kematian akibat Covid-19 masih terjadi. Pemkab Cirebon pun kembali memperpanjang masa pembatasan.

Kapolresta Cirebon, Kombes M. Syahduddi mengungkapkan, evaluasi PPKM Mikro sejak 8 Februari hingga 7 Maret 2021, rata-rata 30 warga Kabupaten Cirebon terkonfirmasi Covid-19 dalam sehari.

"Bahkan data sebulan ini mencatat 33 kasus meninggal selama masa PPKM lalu. Maka, rata-rata ada 1 orang meninggal setiap harinya," tuturnya dalam rapat evaluasi PPKM di Kabupaten Cirebon.

PPKM di Kabupaten Cirebon telah dilaksanakan sejak Januari 2021. PPKM periode 1 berlangsung pada 11-24 Januari.

Sejak itu, PPKM terus diperpanjang setiap 2 pekan sekali. Kendati demikian, kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon belum berhenti.

Syahduddi memperkirakan, keberlangsungan kasus Covid-19 didorong kejenuhan masyarakat terhadap pandemi. Di sisi lain, kehadiran vaksin dianggap telah memberi 'kekebalan' terhadap Covid-19.

"Dengan adanya vaksin, dianggap sudah tahan terhadap Covid-19. Anggapan ini harus diwaspadai," ujarnya.

Saat ini, Kabupaten Cirebon terkategori zona oranye (risiko sedang). Namun begitu, 7 kecamatan di Kabupaten Cirebon diketahui termasuk zona merah.

"Meski kabupaten masuk zona oranye, tapi masih ada 7 kecamatan yang zona merah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni.

Ke-7 kecamatan itu masing-masing Gunungjati, Kedawung, Pabedilan, Plumbon, Sumber, Suranenggala, dan Pabedilan. Keberadaan kecamatan berzona merah itu membuat penyebaran Covid-19 masih harus tetap diwaspadai.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi sendiri diketahui telah memutuskan kembali memperpanjang PPKM berskala mikro sepanjang 14 hari ke depan, pada 8-22 Maret 2021.

"Dengan perpanjangan PPKM berskala mikro ini, kami harap masyarakat bisa lebih mematuhi protokol kesehatan (prokes)," imbau Imron.

Skema PPKM berskala mikro sendiri berupa pengetatan prokes di level RT/RW oleh Satgas Covid-19. Dalam penerapannya, setiap temuan kasus akan ditangani terbatas.

"Kalau ada yang terpapar di salah satu desa/kelurahan dan jika setelah ditelusuri tidak menyebar, maka yang akan dipantau satgas hanya di tingkat RW," jelasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar