bank bjb
  
Yamaha

Perbaikan Alun-alun Kejaksan, DPRD Kota Cirebon Beri Deadline 2 Pekan

  Selasa, 16 Maret 2021   Erika Lia
Perbaikan Alun-alun Kejaksan, DPRD Kota Cirebon Beri Deadline 2 Pekan
Desain revitalisasi Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis (24/1/2019), yang dibiayai Pemprov Jabar dengan target penguatan sektor pariwisata. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- DPRD Kota Cirebon memberi tenggat waktu 2 pekan untuk perbaikan Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, yang rampung dikerjakan 12 Februari 2021.

Sebelumnya, Komisi II DPRD menemukan sejumlah problem pada hasil pekerjaan revitalisasi alun-alun yang kini tengah dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor proyek, PT Dinamis Sarana Utama. Sedianya, Alun-alun Kejaksan tengah menanti peresmian sebelum dapat dimanfaatkan publik.

AYO BACA: Rizal Ramli Ragu Jokowi tak Tertarik Jabatan Presiden 3 Periode
AYO BACA: Pejuang PTN Wajib Penuhi Ini dalam UTBK SBMPTN 2021 

Problem pada alun-alun yang ditemukan, salah satunya berupa rembesan air pada rubanah (basement), selain pula pada saluran air. Komisi II meminta problem itu diperbaiki, hingga mengecek ulang spesifikasi bangunan agar tak salah.

"Kami minta diperbaiki, kalau tak sesuai spesifikasi bangunan harus diperbaiki segera," pinta anggota Komisi II, Agung Supirno, Selasa (16/3/2021).

Dia bahkan mengusulkan pembayaran bagi kontraktor proyek finishing Alun-alun tak dilakukan penuh, melainkan hanya sesuai pekerjaan. Diketahui, dari nilai sekitar Rp14,1 miliar anggaran yang dialokasikan untuk finishing alun-alun, pembayaran yang diterima kontraktor baru sekitar 70%.

AYO BACA: Banyak Negara Tunda Vaksinasi AstraZeneca, Perusahaan Pembuat Sampaikan Pembelaan
AYO BACA: Perbaikan Alun-alun Kejaksan, DPRD Kota Cirebon Beri Deadline 2 Pekan

Ketua Komisi II, Watid Sahriar memastikan, telah memberi masukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon atas temuan tersebut. Tak hanya problem pada rubanah, tanaman di bagian atas rubanah pun menjadi hal yang turut dipersoalkan.

"Kami beri waktu 2 pekan untuk diperbaiki," tegasnya.

Dia berjanji akan kembali meninjau perkembangan perbaikan yang dilakukan. Pihaknya menghendaki Alun-alun Kejaksan dalam kondisi prima dan laik digunakan publik sebelum diresmikan.

Kepala DPUPR Kota Cirebon, Syaroni meyakinkan, revitalisasi Alun-alun Kejaksan telah sesuai perencanaan. Perkembangan pembangunannya kini bahkan telah mencapai 100%.

"Sesuai rencana, sudah 100%," ujarnya.

AYO BACA: Beda Preman dan Penjahat Menurut Anton Medan

Dia mengakui, telah menerima sejumlah masukan dari legislator terkait sejumlah masalah, termasuk permintaan memperbaikinya. Dia tak menampik, adanya tekanan air yang tinggi hingga memunculkan rembesan air di beberapa titik rubanah.

"Tekanan air memang sangat tinggi. Sudah diperbaiki di beberapa titik, tapi kemudian muncul lagi di titik lain," bebernya.

Dia berjanji akan berkoordinasi dengan pihak kontraktor untuk perbaikan secepatnya. Revitalisasi Alun-alun Kejaksan dilakukan sejak 2019 dengan sumber dana APBD Provinsi Jawa Barat.

Pekerjaan dilakukan 2 tahap, dengan masing-masing anggaran Rp27,8 miliar untuk tahap pertama pada 2019 dan Rp14,1 miliar untuk tahap 2 berupa finishing pada 2020.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar