bank bjb
  

Rizal Ramli Ragu Jokowi tak Tertarik Jabatan Presiden 3 Periode

  Selasa, 16 Maret 2021   Editor
Rizal Ramli Ragu Jokowi tak Tertarik Jabatan Presiden 3 Periode
Presiden Jokowi. (Instagram/@jokowi)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Politikus dan ekonom Indonesia, Rizal Ramli mengaku tak yakin dengan ucapan Joko Widodo (Jokowi) soal ketidaktertarikannya dengan jabatan presiden tiga periode. 

Rizal Ramli mendasari pandangannya itu dari sejumlah langkah Jokowi yang tidak sesuai dengan yang pernah ia ucapkan.

Soal 3 kali, ada bantahan resmi dari Mas @jokowi. Masalahnya adalah track record antara ucapan vs tindakan yg sering bertolak belakang. Yo ra percaya..Maaf geh omongane sering kewolak walek terus piye le arep percoyo. Mungkin harus bikin pernyataan diatas meterei kali ya?” tulis Rizal berkicau di akun Twitternya dikutip pada Selasa (16/3/2021), dilansir dari Suara.com.

AYO BACA: Pejuang PTN Wajib Penuhi Ini dalam UTBK SBMPTN 2021
AYO BACA: Banyak Negara Tunda Vaksinasi AstraZeneca, Perusahaan Pembuat Sampaikan Pembelaan

Cuitannya tersebut lantas dibalas oleh ratusan warganet di Twitter. Mereka terbagi menjadi dua kubu, ada yang percaya dan meragukan ucapan Jokowi.

Bahkan, ada pula yang membandingkan ucapan Jokowi dengan kasus naiknya iuran BPJS Kesehatan. Meski MA sudah memutuskan untuk membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, pemerintah masih tetap menaikkan.

Di atas materai? Ra ngaruh kayaknya. Wong keputusan MA membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan,trus gak lama dinaikin lagi tho?” balas akun @/itanjung atas cuitan Rizal itu.

Bantahan Mahfud MD

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD membantah terkait wacana jabatan presiden tiga periode seperti disampaikan oleh mantan Ketua MPR RI Amien Rais.

"Pemerintah tidak punya wacana tentang mau tiga kali, empat kali, lima kali, kita undang-undang dasar yang berlaku sekarang aja," kata Mahfud usai kunjungan kerja di Kejaksaan Agung, Jakarta, diwartakan Republika, Senin (15/3).

Menurut Mahfud, apa yang disampaikan Amien Rais terkait masa jabatan presiden merupakan urusan partai politik dan anggota DPR/MPR RI. 

"Itu urusan partai politik, mau mengubah, mau endak," kata Mahfud.

AYO BACA: Perbaikan Alun-alun Kejaksan, DPRD Kota Cirebon Beri Deadline 2 Pekan
AYO BACA: Beda Preman dan Penjahat Menurut Anton Medan

Sikap Jokowi, ujar Mahfud, atas wacana tersebut sudah jelas. "Kalau ada orang-orang mendorong Pak Jokowi menjadi presiden lagi, kata Pak Jokowi nih, itu hanya dua alasannya, satu ingin menjerumuskan, dua ingin menjilat," ujar Mahfud.

Amien Rais sendiri melalui akun Youtube pribadinya, Minggu (14/3), mengatakan ada upaya membentuk opini publik dari pihak-pihak tertentu, yang tujuannya ingin mengubah ketentuan UUD 1945, khususnya terkait perubahan masa jabatan presiden sampai tiga periode.

Kesempatan Terbuka Lebar

Sementara itu, politikus Partai Gerindra, Arief Puyouono mengatakan, wacana tersebut bisa dilihat dari dilibatkannya putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan sang menantu, Bobby Nasution dalam pemilihan kepala daerah 2020. Mereka terpilih di Solo dan Medan.

"Test on the water-nya itu sudah terjadi itu di pilkada, mantu dan anaknya. Bagaimana seluruh partai itu bisa mendukung anaknya dan mantunya, hanya ditinggalkan dua (partai) sebagai syarat saja," kata Arief dalam sebuah diskusi daring, mengutip Republika, Minggu (14/3/2021).

Menurutnya, peluang tiga periode itu sangat terbuka bagi Jokowi, sebab hampir seluruh partai politik kini berada dalam kekuasan Jokowi.

"Semua alatnya Jokowi itu ada untuk melakukan, mengubah menjadi tiga periode. Baik di media sosialnya, pasukan media sosialnya, parpolnya sudah ada di parlemen," tuturnya.

Namun, menurutnya hal tersebut kembali lagi pada Jokowi. Sebab, ia meragukan Jokowi bisa menjabat sebagai presiden hingga 2024.

"Ketika kabinet terbentuk saya katakan lebih dulu dari siapa itu peramal perempuan itu, saya katakan bahwa Indonesia ini masuk zaman kegelapan dua tahun lamanya, artinya kalau memang ini terjadi artinya Jokowi nggak akan sampai 2024, kalau dia tidak mengerti jalannya dalam kegelapan jalannya yang kita hadapi bersama-sama hari ini, artinya dia tidak sampai 2024," ucapnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar