Yamaha

Impor Beras, Pemerintah Dinilai tak Mendalam Analisis Ketersediaan Pangan Negeri

  Jumat, 19 Maret 2021   Editor
ilustrasi petani. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Pemerintah dinilai tidak melakukan analisis yang mendalam sehingga melakukan impor beras. Akibatnya ekonomi para petani pun bakal terdampak.

Kebijakan impor beras sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan. Impor beras 1 sampai dengan 1,5 juta ton tersebut ditugaskan kepada Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan pada 2021. 

AYO BACA: Beras Diimpor, Gema Petani Sebut Presiden Bermuka Dua
AYO BACA: Terkendala Penyaluran, 37 Ribu Ton Beras Menumpuk di Gudang Bulog Indramayu

"Pemerintah tidak melakukan analisis mendalam terkait ketersedian pangan dalam negeri dan dampak ekonomi bagi petani," kata Koordinator Presedium Nasional Gerakan Mahasiswa Petani Indonesia (Gema Petani) Anas Sodikin kepada Ayocirebon.com, Jumat (19/3/2021). 

Anas mengatakan, upaya yang diambil pemerintah ini akan berdampak kepada ekonomi dan nasib petani. Terlebih selain beras, ada wacana impor komoditas lain seperti daging dan gula yang tengah dikaji.

Anas mengingatkan bahwa ekonomi Indonesia saat ini tengah digerogoti lantaran harus bertahan di tengah pandemi Covid-19. Seharusnya pemerintah mengandalkan peneriman dari sektor-sektor di dalam negeri seperti menyerap dari hasil pertanian.

AYO BACA: Jeritan Petani Indramayu dan Cirebon untuk Rencana Impor Beras 
AYO BACA: Pemerintah Putuskan Segera Impor Garam

“Pemerintah berencana mengimpor satu juta ton beras tahun ini. Tentu ini dipertanyakan banyak pihak, mengingat produksi beras dalam negeri sepertinya masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Para petani jelas menyesalkan rencana tersebut dimana rencana tersebut muncul ketika para petani akan melakukan panen raya yang jatuh di bulan Maret - April. Pengumuman impor beras sebanyak 1 juta ton akan memengaruhi psikologi pasar yang cenderung menurunkan harga jual di tingkat petani," katanya.

Anas melanjutkan, bila pemerintah meneruskan rencana itu, jelas nasib para petani yang paling terkena imbasnya. 

"Saat ini saja, harga gabah sudah cukup rendah. Apalagi, kalau beras impor masuk dan membanjiri pasar dalam negeri, bisa jadi harganya akan semakin anjlok tak terkendali. Daripada untuk impor, mengapa alokasi dananya tidak diberikan saja kepada petani untuk modal meningkatkan produktivitas hasil pertanian," ujarnya.

AYO BACA: Produsen Tahu-Tempe: Subsidi Kedelai, Solusi Tekan Kenaikan Harga
AYO BACA: Akibat Banjir, Petani Indramayu Mesti Tanam Ulang Padi Ribuan Hektare


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar