Yamaha

PBNU: 4 Ratusan Ulama Meninggal Sepanjang Pandemi Covid-19

  Minggu, 21 Maret 2021   Republika.co.id
Ilustrasi. (Republika/Thoudy Badai)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Menurut catatan Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sepanjang pandemi Covid-19 melanda, sudah ada sekitar 400 ulama yang wafat.

Ketua Satkor Covid-19 RMI PBNU, KH Ulun Nuha mengatakan, para kiai atau ulama bekerja di garis depan. Mereka adalah pahlawan spiritual masyarakat. Pada Ramadhan tahun lalu sudah dilalui dengan kesedihan dan kebekuan kegiatan keagamaan. Tentu harapannya Ramadhan ini bisa berjalan dengan baik.

"Sampai pekan lalu dalam catatan kami sudah ada 400 ulama yang meninggal dunia selama masa pandemi Covid-19," kata Kiai Ulun kepada Republika.co.id, Minggu (21/3).

Ia mengatakan, kalau ulama terus wafat, meninggalkan umat. Tentu yang rugi adalah seluruh bangsa ini. Sehubungan dengan itu, RMI melihat penting sekali pemerintah mempriortaskan perlindungan terhadap alim ulama. Salah satunya dengan upaya memprioritaskan vakinasi bagi para alim ulama.

"Sepertinya kalau dari pemerintah pusat, kesadaran dan political will-nya sudah ada (untuk vakinasi ulama dan pesantren), tetapi saya tidak tahu tetapi ketika turun ke daerah provinsi dan kabupaten/ kota kemudian inisiatifnya bisa sangat berbeda-beda," ujarnya.

Maka dari itu, Kiai Ulun mengimbau dan berhadap dukungan dari dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/ kota untuk memprioritaskan para alim ulama dan keluarga besar pesantren. Supaya mereka segera mendapatkan vaksin Covid-19.

RMI juga menyampaikan bahwa sudah ada laporan dari sejumlah pesantren yang telah mendapat vaksin Covid-19. Tapi masih banyak pesantren yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar