Yamaha

Tuntut Pembebasan Sang Imam, Pendukung Habib Rizieq Shihab Unjuk Rasa

  Senin, 22 Maret 2021   Yogi Faisal
Tuntut pembebasan sang imam, ratusan massa mengaku sebagai pendukung Habib Rizieq Shihab melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (22/3/2021). (Ayobogor.com/Yogi Faisal)

BOGOR, AYOCIREBON.COM -- Tuntut pembebasan sang imam, ratusan massa mengaku sebagai pendukung Habib Rizieq Shihab melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (22/3/2021).

Massa aksi ini mengatasnamakan sebagai Gerakan Mahasiswa Daulat Rakyat (GMDR). Koordinator aksi, Asep Abdul Kodir mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan pihaknya ini merupakan buntut dari kasus hukum yang menjerat Habib Rizieq Shihab.

AYO BACA: Dari ITB hingga UI, Berikut Daftar Link Alternatif Pengumuman SNMPTN 2021 
AYO BACA: Pilkada Kota Cirebon 2024 Dinilai Bakal Melelahkan 

Tak hanya itu, aksi unjuk rasa tersebut, merupakan wujud perlawanan yang dilakukan simpatisan Habib Rizieq Shihab, lantaran masalah hukum yang menjeratnya diskriminasi kepada ulama. Pun demikian dengan ulama di Indonesia yang lainnya.

"Islam sebagai agama mayoritas warga Indonesia dan pioner kemerdekaan bangsa sepatutnya dijunjung tinggi. Ulama haruslah dihormati oleh negara, tidak boleh ada diskriminasi apa lagi kriminalisasi ulama," katanya, mengutip Ayobogor.com, Senin (22/3/2021).

AYO BACA: Hadiah 300 Juta, Duel Catur Dewa Kipas vs Irene Sukandar Disiarkan di Podcast Deddy Corbuzier
AYO BACA: KPR dari bank bjb untuk Milenial, Gaji 3 Juta Bisa Nyicil Rumah 

Massa aksi menilai, kasus hukum yang menjerat HRS merupakan sebuah bentuk kebiadaban dan kedzaliman yang jelas terhadap ulama. 

Dalam unjuk rasa tersebut, setidaknya massa aksi menyuarakan empat tuntutan kepada pemerintah. Di antaranya menuntut menghentikan segala bentuk adu domba antar ormas umat Islam, menghormati dan memuliakan alim ulama dan tokoh agama Islam, menegakkan Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab, serta melaksanakan amanah pembukaan UUD 1945.

AYO BACA: Kabupaten Cirebon Surplus Beras 100 Ribu Ton per Tahun 
AYO BACA: Risiko Penggumpalan Darah oleh Pil KB Lebih Besar Ketimbang Vaksin AstraZeneca

"Oleh karenanya, kami datang ke sini ingin menunjukkan betapa kami tidak terima dengan apa yang terjadi pada guru dan panutan kami. Karena beliau diperlukan bagaikan penjahat," tutupnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar