bank bjb
  

Jelang Ramadan di Cirebon, Pemkot Beri Kelonggaran Aktivitas Masyarakat

  Kamis, 25 Maret 2021   Erika Lia
Jelang Ramadan di Cirebon, Pemkot Beri Kelonggaran Aktivitas Masyarakat
Menjelang Ramadhan, Pemkot Cirebon memberi relaksasi pada beberapa aktivitas masyarakat di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Menjelang Ramadhan, Pemkot Cirebon memberi relaksasi pada beberapa aktivitas masyarakat di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Kota Cirebon diketahui kembali memperpanjang masa PPKM skala mikro sampai 5 April 2021. Namun begitu, sejumlah relaksasi dilakukan sebagai upaya meningkatkan perekonomian.

AYO BACA: Pandemi Guncang Kota Cirebon: Pembangunan Terhambat, Warga Miskin Bertambah
AYO BACA: Kunci Gitar Mudah 'Aku Cinta Kau dan Dia' Ciptaan Ahmad Dhani dan Bebby Romeo 

"Sejumlah relaksasi sudah kami lakukan untuk menggerakkan roda perekonomian dan masyarakat bisa mendapat penghasilan, apalagi menjelang ramadhan," katan Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi, Kamis (25/3/2021).

Relaksasi itu sendiri antara lain pelaksanaan meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE) di beberapa hotel. Sebelumnya, MICE hanya boleh digelar sampai pukul 18.00 WIB dan kini diperpanjang sampai pukul 21.00 WIB.

Khusus operasional restoran tak berubah, tetap sampai pukul 20.00 WIB. Hanya, untuk take away (dibawa pulang) dibolehkan sampai pukul 21.00 WIB.

AYO BACA: Ngakunya Iseng, Pemeras Video 14 Detik Gabriella Larasati Diringkus
AYO BACA: Manajemen Kartu Prakerja Opsikan Gelombang Tambahan

Restoran dengan fasilitas lantatur permanen bahkan diizinkan kembali beroperasi sesuai waktu operasional semula. Dengan kata lain, bila pun harus beroperasi 24 jam, pihaknya mengizinkan.

"Tapi, untuk hiburan malam tetap hingga pukul 23.00 WIB," cetusnya.

Izin diberikan juga untuk kegiatan pasar kaget atau pasar dadakan, seperti di kawasan Bima dan Pasar Kramat pada Minggu.

Namun, dia mengingatkan pelaksanaannya tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Satpol PP pun diinstruksikan memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan pasar dadakan agar tak melanggar prokes. 

AYO BACA: Bulan Sya'ban dan Takdir yang Berubah 
AYO BACA: Pemkab Cirebon Ditawari 15 Miliar dari Investor untuk Penanganan Sampah

Agus mengakui, aktivitas masyarakat meningkat menjelang ramadhan. Kondisi itu menjadi pertimbangan pemberlakuan rileksasi di tengah PPKM.

"Tapi, prokes harus tetap dijalankan masyarakat agar penyebaran Covid-19 tak semakin masif di Kota Cirebon," pintanya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar