bank bjb
  

Wali Kota Cirebon: Tarawih di Rumah, Mudik Dilarang

  Jumat, 26 Maret 2021   Erika Lia
Wali Kota Cirebon: Tarawih di Rumah, Mudik Dilarang
Warga yang mudik mengendarai sepeda motor. Tahun ke-2 pandemi, mudik kembali dilarang. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Masyarakat Kota Cirebon diimbau melaksanakan salat tarawih di rumah. Mudik bahkan dilarang.

Imbauan tarawih di rumah disampaikan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis sebab mempertimbangkan pandemi Covid-19 yang belum usai. Maret 2021 genap wabah Covid-19 melanda Indonesia sejak temuan kasusnya yang pertama pada 2 Maret 2020.

"Salat tarawih di rumah masing-masing saja," imbaunya, Jumat (26/3/2021).

AYO BACA: Respons Kemenhub Soal Larangan Mudik 2021
AYO BACA: Azis: Jauhkan Alergi Terhadap Media!

Setengah berseloroh, dia pun menyebut bertarawih di rumah membuka peluang bagi para kaum laki-laki untuk belajar bertindak sebagai imam salat.

"Mumpung (salat tarawih di rumah), belajar jadi imam," kelakarnya.

Selain mengimbau salat tarawih di rumah, larangan dikeluarkan pula oleh pihaknya bagi warga yang berniat mudik. Dia meyakinkan, larangan itu sebagaimana kebijakan pemerintah pusat.

"Pemkot Cirebon pasti akan mengikuti apa yang diperintah pemerintah pusat, yaitu melarang warga mudik lebaran," tegasnya.

Tak ubahnya tarawih di rumah, larangan mudik juga mempertimbangkan situasi pandemi. Terlebih, dia menunjuk kondisi rumah sakit maupun tempat karantina terpusat se-Kota Cirebon yang belakangan mulai kembali penuh.

Dengan kata lain, dia mengingatkan, bahaya Covid-19 masih mengintai siapapun. Karenanya, dia meminta masyarakat melakukan tindakan pencegahan-pencegahan, antara lain tarawih di rumah hingga tak melakukan perjalanan mudik.

"Lebaran di rumah bersama keluarga itu jauh lebih baik. Apalagi zaman sekarang kan silaturahmi bisa dilakukan virtual," cetusnya.

AYO BACA: Cek Fakta Akun-akun Telegram Atasnama Bareksa Investasi
AYO BACA: Diduga Gelapkan Aset, Rizky Febian Polisikan Teddy Pardiyana 

Selain tarawih di rumah dan larangan mudik, dia pun kembali mengingatkan masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), mulai mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, hingga membatasi mobilitas.

Untuk ini, pihaknya akan menerbitkan surat edaran bagi ASN se-Kota Cirebon maupun masyarakat melalui perangkat daerah di tingkat kecamatan hingga RT/RW.

Disinggung kemungkinan penyekatan sebagai upaya membatasi pergerakan banyak orang hingga sanksi bagi pelanggar, Azis mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait lain dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon.

Dia tak menampik kebijakan tersebut berisiko pada perekonomian masyarakat. Namun, Azis menegaskan, pembatasan aktivitas bermisi kepentingan lebih besar.

"Kita harus melakukan mana yang lebih penting yang harus didahulukan," katanya.

AYO BACA: Cara Cek Pelanggaran yang Kita Lakukan saat Kena Tilang Elektronik
AYO BACA: Kinerja Tilang Elektronik Bisa Maksimal dengan CCTV Mobile


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar