Yamaha

Mudik Dilarang, Pengamat: Watak Orang Indonesia Makin Tertantang!

  Minggu, 28 Maret 2021   Suara.com
Pemerintah melarang pelaksanaan mudik lebaran tahun 2021. Hal ini menimbulkan banyak respons, termasuk ketidaksetujuan akan kebijakan tersebut. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SEMARANG, AYOCIREBON.COM -- Pemerintah melarang pelaksanaan mudik lebaran tahun 2021. Hal ini menimbulkan banyak respons, termasuk ketidaksetujuan akan kebijakan tersebut.

Pakar transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno menilai, cara pemerintah menekan Covid-19 dengan melarang mudik lebaran terbilang kurang cerdas. Kebijakan ini dinilai justru akan menimbulkan persoalan baru.

“Watak orang Indonesia itu kalau dilarang makin tertantang,” ujar Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia itu, melansir Suara.com, jaringan Ayocirebon.com, Minggu (28/3/2021).

Menurut Djoko, pemerintah tidak perlu melarang mudik lebaran. Yang perlu diterapkan adalah memperketat protokol kesehatan masyarakat saat bemudik.

“Sebelum mudik dites Covid-19 dulu. Kalau negatif silakan. Nanti di daerah tujuan dites lagi. Kalau di daerah tujuan positif, harus tanggung sendiri biaya rumah sakitnya. Begitu juga dengan biaya tesnya. Kan disuruh bayar semua,” jelas dia.

Djoko menilai larangan mudik tidak akan dipatuhi sepenuhnya oleh masyarakat. Banyak masyarakat yang akan melakukan berbagai cara agar bisa pulang ke kampung halaman saat hari raya idulfitri nanti.

“Tahun lalu saja ada larangan mudik masih pada nekat kok. Data saya itu ada sekitar 1 juta pemudik yang masuk ke Jateng," kata dia.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar