Yamaha

13 Terduga Teroris Diamankan Pasca Bom Bunuh Diri Makassar

  Selasa, 30 Maret 2021   Republika.co.id
ilustrasi penangkapan teroris. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM --  Sebanyak 13 terduga teroris diamankan kepolisian pasca ledakan di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). 

Sebanyak 13 terduga diamankan di Nusa Tenggara Barat (NTB) lima orang, Jakarta-Bekasi empat orang dan Sulawesi Selatan empat orang. 

"Sampai hari ini kami sudah amankan 4 orang tersangka. Hari ini juga terkait dengan kelompok JAD yang kemarin sudah kami amankan, hari ini bertambah 1 orang sehingga total 5 pelaku teroris dari kelompok JAD yang ada di NTB," jelas Kapolri Listyo Sigit Prabowo, mengutip Republika, Selasa (30/3/2021).

AYO BACA: Bunda! Ini yang akan Terjadi Pada Vagina Anda, Jika Jarang Bercinta 
AYO BACA: Petir Sebabkan Ledakan Kilang Pertamina Balongan? Ini Analisis BMKG 

Lebih lanjut, empat tersangka teroris yang diamankan di Sulawesi Selatan itu diduga turut membantu pelaku bom bunuh diri di Makassar kemarin. Keempatnya juga membantu pasangan suami-istri tersebut untuk membeli bahan-bahan peledak yang digunakan untuk beraksi kemarin.

Untuk saat ini, kata Sigit, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan terhadap para terduga teroris itu.

"Masing-masing perannya bersama-sama dengan L dan YSF mereka ada dalam satu kelompok kajian Villa Mutiara namanya," Sigit menambahkan.

Sementara, dalam penangkapan terduga teroris di wilayah hukum Polda Metro Jaya, pihak kepolisian juga mengamankan bom aktif dari operasi penangkapan di wilayah Condet-Bekasi. Menurutnya, setidaknya ada lima bom yang siap digunakan.

AYO BACA: BBM di Indramayu Langka Usai Ledakan Kilang Balongan? Hoax, Ini Penjelasannya 
AYO BACA: Ahmad Dhani Buka-bukaan soal Hengkangnya Ari Lasso dari Dewa -19 

Selain itu, terdapat beberapa bahan baku pebuatan bom, kurang lebih 4 kilogram, juga ditemukan bahan peledak yang sudah jadi jenis TATP dengan jumlah 1,5 kilogram

"Barang bukti 5 bom aktif jenis bom sumbu yang siap digunakan, kemudian 5 toples besar yang di dalamnya berisi aseton, H2O2, HCL, sulfur dan, serta termometer yang bahan-bahan ini akan diolah menjadi bahan peledak," ungkap mantan Kabareskrim tersebut. 

AYO BACA: Antisipasi Ancaman, Keamanan Tempat Ibadah di Kota Cirebon Diperketat
AYO BACA: Pengungsi Ledakan Kilang Pertamina Balongan Dipindahkan 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar