bank bjb
  

Kilang Balongan Terbakar Lagi, Begini Peringatan Walhi Sebelumnya

  Jumat, 02 April 2021   Editor
Kilang Balongan Terbakar Lagi, Begini Peringatan Walhi Sebelumnya
Penampakan kilang minyak Pertamina Balongan yang kembali terbakar, Kamis 1 April 2021, malam. (Tangkapan layar video @indramayuterkini)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Kebakaran kembali melanda tangki penyimpanan BBM Pertamina RU VI Balongan, Kamis (4/1/2021) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Belum diketahui penyebab api kembali menyebar. Namun jalanan di sekitar kilang Balongan kembali ditutup.

Upaya pemadaman pun langsung dilakukan pihak pertamina bersama pemerintah setempat.

Melansir Suara.com, info itu dikabarkan akun Instagram @Indramayuterkini dan langsung banjir komentar warganet.

AYO BACA: Sampai Ada Korban Jiwa, Insiden Kilang Minyak Disebut karena Kelalaian 
AYO BACA: Fungsi Penerbangan Komersil Bandara Kertajati yang Tak Pernah Terwujud 

Api kembali membesar di salah satu tangki T-301 kilang minyak Pertamina Refenery Unit VI Balongan.

Seperti diketahui, kobaran api di penyimpanan BBM Pertamina RU VI Balongan sempat padam, kemarin pagi.

Bahkan sudah tidak terdapat kepulan asap pada siang hari usai dilakukan prosedur offensive fire fighting.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Pertamina terkait kebakaran susulan.

Walhi Peringati Pertamina 

Manajer Kampanye Energi dan Perkotaan Walhi Eksekutif Nasional, Dwi Sawung menilai, standar kerja PT Pertamina mesti diperbaiki. 

Selain karena ledakan kilang minyak di Balongan, Indramayu, insiden yang membawa kerugian besar semacam ini terjadi bukan hanya sekali. Seperti tumpahan minyak di Balikpapan.

Peristiwa yang berulang membuat pihaknya mempertanyakan sistem pencegahan kecelakaan maupun budaya kerja atau HSE (health, savety, environment) atau K3 (kesehatan, keselamatan, keamanan lingkungan) di Pertamina.

"Perbaiki standar kerja di Pertamina," ucap dia, dihubungi Ayocirebon.com, Rabu (31/3/2021).

Dia menyayangkan jatuhnya korban dalam peristiwa ledakan kilang minyak Pertamina di Balongan.

AYO BACA: Viral Anak Sekolah Minta Habib Rizieq Dibebaskan, Netizen Sebut Bibit Radikalisme 
AYO BACA: Zakiah Aini Pakai Senjata Airgun Kaliber 4,5 Mm saat Serang Mabes Polri

Seharusnya, ujar dia, cukup waktu untuk mengevakuasi warga sebelum ledakan tepat ketika bau gas menguar.

"Terciumnya bau gas/uap sebelum ledakan menunjukan terjadinya kebocoran dalam sistem kilang minyak balongan. Seharusnya cukup waktu untuk mengevakuasi warga sebelum terjadi ledakan dan kebakaran," paparnya.

Ancaman pidana membayangi Pertamina. Semestinya, laporan warga atas bau menyengat yang menguar sebelum ledakan, segera ditindaklanjuti.

"Harusnya ada pidana juga karena warga sempat protes ada bau, tapi tidak diacuhkan. Jeda waktu itu semestinya dipakai untuk evakuasi sehingga tidak ada korban," tuturnya.

Ancaman Kesehatan Warga

Menurut dia, sebab peristiwa itu, kesehatan warga terdampak ledakan dan kebakaran kilang minyak Pertamina terancam. 

Menurut Dwi, senyawa-senyawa hidrokarbon atau aromatik yang terbentuk dapat menyebabkan kematian ataupun kanker dalam jangka panjang.

"Semuanya (warga) rawan. Tapi, paling rentan bayi, orang tua, dan yang memiliki penyakit bawaan pernapasan," ungkapnya.

AYO BACA: Jelang Peringatan Wafatnya Isa Almasih, Gereja dan Mako di Cirebon Dijaga Ketat
AYO BACA: Dulu Mensos, Sekarang Bupati dan Anaknya di Bandung Barat Korupsi Bansos Covid-19

Korban terdampak ledakan karenanya disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama organ pernapasan. Dalam hal ini, pihaknya menunjuk Pertamina sebagai yang paling bertanggungjawab atas kejadian ini untuk memfasilitasi pemeriksaan kesehatan lengkap.

Pemeriksaan kesehatan tak hanya dilakukan saat ini pasca ledakan, melainkan rutin setiap tahun. Dia menekankan pentingnya pemantauan kondisi kesehatan warga terdampak secara jangka panjang.

"Akibat jangka panjang dari peristiwa ini perlu dipantau," tegasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar