bank bjb
  

Sampai Ada Korban Jiwa, Diduga Insiden Kilang Minyak Didalangi Kelalaian

  Jumat, 02 April 2021   Editor
Sampai Ada Korban Jiwa, Diduga Insiden Kilang Minyak Didalangi Kelalaian
Kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu, pada Senin 29 Maret 2021. (dok. istimewa)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Kejadian pada kilang minyak Pertamina di Balongan, Indramayu diduga mengandung unsur kelalaian. Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Indramayu menilai kejadian itu bukan sekedar musibah.

"Ada dugaan kelalaian dari pihak manajemen Pertamina," ungkap Sekretaris MD KAHMI, Wawan Sugiarto, Rabu (31/3/2021).

Pihaknya menguraikan beberapa indikasi, salah satunya tiada tanggapan dari pihak Pertamina ketika warga melaporkan bau gas menyengat beberapa jam sebelum ledakan.

Karena itu, pihaknya mendorong Polda Jawa Barat mengusut dugaan kelalaian tersebut. Langkah itu dipandang perlu sebab warga yang tinggal dekat dengan lokasi telah dirugikan.

"Masyarakat kehilangan mata pencarian, ada korban luka, kerusakan lingkungan, pertanian, dan tambak, sampai warga terpaksa harus mengungsi," bebernya.

Selain memproses hukum, pihaknya pula meminta Pertamina RU VI Balongan bertanggungjawab dan memberikan ganti rugi. Ganti rugi meliputi kerusakan lingkungan, pertanian, tambak, kerusakan rumah, serta bagi para korban luka maupun pengungsi.

"Kami akan melayangkan laporan resmi ke Polda Jabar dalam waktu dekat dan mengawalnya sampai tuntas," janjinya.

Pertamina Mesti Evaluasi Sistem Kerja

Manajer Kampanye Energi dan Perkotaan WALHI Eksekutif Nasional, Dwi Sawung menilai, standar kerja PT Pertamina mesti perbaiki. 

Selain karena ledakan kilang minyak di Balongan, Indramayu, insiden yang membawa kerugian besar semacam ini terjadi bukan hanya sekali.

Peristiwa yang berulang membuat pihaknya mempertanyakan sistem pencegahan kecelakaan maupun budaya kerja atau HSE (health, savety, environment) atau K3 (kesehatan, keselamatan, keamanan lingkungan) di Pertamina.

"Perbaiki standar kerja di Pertamina," ucap dia, dihubungi Ayocirebon.com, Rabu (31/3/2021).

Dia pun menyayangkan jatuhnya korban dalam peristiwa ledakan kilang minyak Pertamina di Balongan. Seharusnya, ujar dia, cukup waktu untuk mengevakuasi warga sebelum ledakan tepat ketika bau gas menguar.

"Terciumnya bau gas/uap sebelum ledakan menunjukan terjadinya kebocoran dalam sistem kilang minyak balongan. Seharusnya cukup waktu untuk mengevakuasi warga sebelum terjadi ledakan dan kebakaran," paparnya.

Dwi menambahkan, ancaman pidana membayangi Pertamina. Semestinya, laporan warga atas bau menyengat yang menguar sebelum ledakan, segera ditindaklanjuti.

"Harusnya ada pidana juga karena warga sempat protes ada bau, tapi tidak diacuhkan. Jeda waktu itu semestinya dipakai untuk evakuasi sehingga tidak ada korban," tuturnya.

Menurut dia, sebab peristiwa itu, kesehatan warga terdampak ledakan dan kebakaran kilang minyak Pertamina terancam. Senyawa-senyawa hidrokarbon atau aromatik yang terbentuk dapat menyebabkan kematian ataupun kanker dalam jangka panjang. Di luar itu, bahkan seorang warga meninggal akibat serangan jantung usai perisitwa ledakan.

"Semuanya (warga) rawan. Tapi, paling rentan bayi, orang tua, dan yang memiliki penyakit bawaan pernapasan," ungkapnya.

Korban terdampak ledakan karenanya disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama organ pernapasan. Pemeriksaan kesehatan tak hanya dilakukan saat ini pasca ledakan, melainkan rutin setiap tahun. Dia menekankan pentingnya pemantauan kondisi kesehatan warga terdampak secara jangka panjang.

"Akibat jangka panjang dari peristiwa ini perlu dipantau," tegasnya.

Deretan Insiden Kebakaran Kilang Minyak Pertamina

Mengutip data dari BBC, insiden kebakaran kilang minyak Pertamina tak hanya sekali. Sejak 2007, setidaknya 12 kali insiden tersebut pernah terjadi. Bahkan kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan tercatat sudah tiga kali.

Insiden pertama terjadi pada Oktober 2007 yang menimpa Pertamina Balongan. Setahun selanjutnya pada 9 Maret 2008 giliran kebakaran kilang minyak Pertamina IV Cilacap. Setahun kemudian pada 3 Juni 2009 kilang minyak Pertamina IV Cilacap kembali terbakar. 

Pada 2010 bahkan kebakaran sampai dua kali. Tepatnya pada 18 Januari 2010 di Depo Pertamina Mataram, Ampenan NTB, dan Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta. 

Kebakaran pun pernah terjadi di kilang minyak Pertamina Unit II Dumai, Riau, pada 16 Februari 2014. Lalu tahun 2016, dua kali kebakaran terjadi di kilang minyak Pertamina IV Cilacap. 

Pada 4 Januari 2019, kilang minyak Pertamina Balongan kembali terbakar. Disusuk pada 15 Agustus 2019 area kilang RU V Balikpapan. 

Pada 19 Januari 2020, kebakaran kilang terjadi di Pertamina UP V Balikpapan. Terakhir pada 29 Maret 2021, menerpa kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu.

Penyebab Ledakan Kilang Minyak

Sementara itu, terkait penyebab pasti ledakan hingga menyebabkan kebakaran yang diketahui menimpa empat tangki di kilang minyak Balongan, Pertamina sendiri masih melakukan investigasi.

Pada Rabu (31/3/2021), Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan bahwa investigasi belum selesai dilakukan, baik secara internal maupun eksternal.  


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar