Yamaha

Termasuk Warga Indonesia, Ratusan Juta Data Pribadi Facebook Bocor di Internet

  Minggu, 04 April 2021   Suara.com
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya 533 juta data pribadi pengguna Facebook dilaporkan bocor di Internet. Data ini merupakan data warganet dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dikutip dari Business Insider pada Minggu (4/4/2021), data tersebut muncul di situs forum hacker dan bisa didapatkan secara gratis. Informasi ini pertama kali ditampilkan oleh pengguna Twitter @UnderTheBreach. Dari foto yang ditampilkan, data ini berasal dari 106 negara, termasuk Indonesia.

Informasi sensitif yang muncul di forum tersebut terdiri dari nomor telepon, ID pengguna Facebook, nama lengkap, lokasi, tanggal lahir, biodata, hingga alamat email.

Dari total 533 juta data pengguna yang bocor, data pengguna yang paling banyak ditampilkan berasal dari Amerika Serikat dengan jumlah 32 juta. Kemudian 11 juta data pengguna berasal Inggris dan 6 juta lainnya dari pengguna India. Sementara untuk pengguna Indonesia mencakup 130.331 data.

Data tersebut kemudian dicocokkan dan diverifikasi. Ternyata, data yang dibocorkan memang sesuai dengan profil pengguna Facebook.

Menurut Juru Bicara Facebook, insiden ini terjadi sejak tahun 2019 lalu. Saat itu, Facebook memang memiliki kerentanan data yang pada akhirnya sudah diperbaiki perusahaan.

Menurut peneliti keamanan siber Alon Gal, data yang sudah berusia beberapa tahun dan bocor ke internet berpeluang memberikan informasi berharga bagi penjahat dunia maya. Mereka akan menggunakan data tersebut untuk menyamar atau menipu seseorang dan menyerahkan kode kredensial.

"Basis data sebesar itu, yang berisi informasi pribadi seperti nomor telepon banyak pengguna Facebook, pasti akan menyebabkan pelaku kejahatan memanfaatkan data tersebut untuk melakukan serangan rekayasa sosial atau upaya peretasan," kata Gal.

Menurut Gal, Facebook seharusnya memperlakukan data pengguna dengan hormat. Sebab, banyak orang yang mendaftar Facebook mempercayai mereka dengan menyerahkan data ke dalam aplikasi.

"Pengguna yang informasi pribadinya bocor adalah pelanggaran kepercayaan yang sangat besar dan harus ditangani sebagaimana mestinya," pungkas Gal.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar