bank bjb
  

Pertamina Diminta Terbuka pada Masyarakat saat Temukan Indikasi Bahaya

  Minggu, 04 April 2021   Erika Lia
Pertamina Diminta Terbuka pada Masyarakat saat Temukan Indikasi Bahaya
Menteri ESDM RI, Arifin Tasrif (ke-3 dari kanan) saat berkunjung ke Pertamina Balongan, Indramayu, Sabtu 3 April 2021. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif meminta Pertamina agar terbuka kepada masyarakat dengan cara berkomunikasi dan berkoordinasi kala menemukan indikasi-indikasi yang berpotensi berbahaya.

Dia mengatakan hal tersebut sangat diperlukan sehingga masyarakat dapat melakukan langkah-langkah mitigasi agar terhindar dari bahaya.

"Kami pastikan Pertamina memberi kompensasi terhadap masyarakat sekitar yang terdampak, termasuk kerusakan rumah, maupun usaha milik masyarakat," kata dia menanggapi insiden ledakan dan kebakaran tangki kilang minyak Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Sabtu 3 April 2021.

Arifin Tasrif juga mengingatkan Pertamina mengidentifikasi kebutuhan untuk sistem keamanan kilang untuk mencegah pengulangan insiden yang terjadi pada Senin 29 Maret 2021.

"Pertamina akan mengoptimalkan kapasitas produksi dari kilang yang ada dengan memperhatikan standar keselamatan kerja," kata Arifin.

Bagi korban luka, dia pun mengharapkan seluruhnya pulih. Sejak kejadian sampai kini, sedikitnya 6 korban.luka berat beroleh perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.

Kebakaran pasca ledakan Senin lalu sempat berhasil dipadamkan pada Rabu 31 April 2021. Namun, Jumat 2 April 2021 diketahui api baru kembali muncul.

Kemunculan api baru disebabkan minyak dalam tangki masih panas dan terbukanya permukaan cairan hingga berkontak dengan udara. Arifin pun memastikan api susulan dapat dikendalikan.

"Sekarang sedang dalam proses penyelesaian, masih upaya pemadaman yang ofensif," terangnya.

Warga Trauma, Kebakaran Susulan Bikin Panik

Kemunculan api baru sendiri sempat membuat membuat panik warga. Api dan kepulan asap hitam yang juga tampak hingga jarak 10 km itu mengingatkan warga kejadian pada Senin lalu.

"Panik, takut kejadian lagi kayak kemarin," ungkap seorang warga Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Muhibbin.

Kediamannya sendiri berjarak sekitar 100 m dari pagar pembatas Pertamina Balongan. Kendati demikian, dia dan keluarganya tetap bertahan di rumah sejak kejadian pertama.

Sementara itu, semua pihak diminta menanti hasil investigasi atas ledakan dan kebakaran tangki kilang minyak Pertamina RU VI Balongan.

"Ini accident, penyebabnya masih diselidiki Pertamina," kata anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron.

Dia meminta investigasi, terbuka terkait kejadian ini. Hasil investigasi kelak disampaikan kepada publik untuk menghindari kesalahan serupa.

Pihaknya sendiri telah mendalami Health, Savety, Security Environment (HSSE) yang dijalankan Pertamina. Secara teknis, baik dari tangki maupun pengolahan, dinyatakan baik.

Dia juga mendorong percepatan upaya pemadaman agar pembangunan tangki batu dapat kembali dilakukan. Menurutnya, pembangunan tangki baru butuh waktu sekitar 15 bulan.

"Pertamina RU VI Balongan Indramayu memasok BBM untuk wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Kami minta suplai BBM untuk wilayah yang dicover Pertamina RU VI Balongan tetap terjamin," tegasnya.

Pertamina di sisi lain diingatkan untuk memperhatikan kondisi warga yang terdampak. Masyarakat harus dipastikan dapat kembali normal pasca insiden tersebut.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar