Yamaha

Curug Candung, Wisata Alam Bermitos Pelancar Poligami

  Minggu, 04 April 2021   Irpan Wahab
Curug Candung di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOCIREBON.COM -- Di wilayah Kabupaten Tasikmalaya ada banyak curug atau air terjun yang bisa dikunjungi. Salah satunya Curug Candung yang berada di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang.

Curug yang berada di kawasan hutan pengelolaan Perhutani ini, menyajikan suasana yang berbeda. Bukan hanya satu curug, tapi ada dua curug yang bisa dinikmati kesejukan airnya.

Lokasi curug yang berada di kawasan pegunungan dan pohon pinus tentunya memiliki banyak daya tarik seperti wisatawan dapat merasakan udara yang sejuk dan air curug yang segar serta spot foto yang banyak.

Tak jauh dari situ terdapat kedai kopi yang menyediakan berbagai jenis minuman kopi atapun non kopi, juga menyediakan makanan khas pedesaan seperti singkong, ubi rebus, serta nasi liwet.

Curug Candung ini berada di wilayah dua perbatasan yaitu Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya berada di kaki Gunung Karacak.

Untuk menuju sampai ke kawasan curug pengunjung memiliki dua jalur alternatif. Untuk kendaraan roda dua, bisa melewati gerbang patrol, Cilawu Kabupaten Garut dengan jarak tempuh 3,5 Km. Sedangkan untuk roda empat, bisa menggunakan akses dari perkebunan pinus Cirorek Kecamatan Cilawu dengan jarak tempuh lebih jauh yakni 6 km.

Manajer bisnis KPH Perhutani Tasikmalaya Yaya Sutia mengatakan, Curug Candung baru dibuka sejak tiga bulan lalu. Meski begitu, sudah banyak pengunjung yang datang baik dari wilayah Tasikmalaya maupun luar daerah.

"Rata-rata 250 hingga 300 orang per hari yang datang. Kami terus melengkapi fasilitas di curug untuk kenyamanan pengunjung termasuk untuk akses jalan, " ujar Yaya, mengutip Ayotasik.com, Minggu 4 April 2021.

ArisĀ  (35) salah satu pengunjung asal Kecamatan Tanjungjaya mengatakan, objek wisata Curug Candung memilili keindahan yang berbeda. Karena memiliki dua curug yang berdekatan. Airnya pun tidak terlalu deras sehingga nyaman untuk berenang. Selain itu, curug yang berada di kawasan hutan juga menyimpang kesejukkan tersendiri.

"Tempatnya nyaman, sejuk dan indah. Cocok untuk bersantai dan berlibur di tengah kesibukkan bekerja," ujar Aris.

Mitos Pelancar Poligami

Selain menyimpan keindahan alam, kesejukan air dan kesegaran udaranya, Curug Candung menyimpan mitos yang secara turun temurun bergulir di warga sekitar.

Mitos itu, siapapun yang berniat berpoligami atau dalam bahasa Sunda dikenal sebutan "Nyandung" disarankan untuk mandi di curug ini.

Tokoh pemuda sekaligus anggota LMDH, Epul mengatakan, mitos itu sudah secara turun temurun beredar di masyarakat. Terlepas benar atau tidaknya, kata Epul, mitos itu sudah menjadi bagian dari cerita di kampung sekitar Curug Candung.

"Sudah mitos dari orang tua dulu. Terlepas benar atau tidak itu kembali ke masing-masing orang," ucap Epul..

Epul menambahkan, Curug Candung sendiri memiliki dua curug yang bermuara pada satu aliran sungai. Dahulu, Curug Candung bernama Curuk Nyandung dan wilayah itu merupakan tempat angker.

"Dulu namanya Curug Nyandung, tapi kesini kesini diganti oleh warga sebutannnya jadi Curug Candung," ujar Epul.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar