bank bjb
  

6 Lafal Bacaan Niat Puasa Ramadhan pada 2021 Beserta Latin dan Maknanya

  Senin, 12 April 2021   A. Dadan Muhanda
6 Lafal Bacaan Niat Puasa Ramadhan pada 2021 Beserta Latin dan Maknanya
Bacaan Lafal Niat Puasa 2021 dan Ramadhan 2021

AYOCIREBON.COM— Bulan puasa 2021 pada 1 Ramadan 1442 Hijriyah akan jatuh pada 13 April 2021. Dalam menyambut Bulan puasa 2021, ada baiknya mengingat kembali dan menghafal berbagai bacaan lafal niat puasa Ramadhan 2021 pada 1442 Hijriyah.

Dilansir islam.nu.or.id, bacaan niat puasa sebenarnya wajib di lafalkan dalam hati pada malam hari seperti puasa Ramadhan, puasa nazar, dan qadha. Sebab bacaan dan niat puasa merupakan kewajiban yang menentukan keabsahan puasa seseorang menurut Mazhab Syafi’i.

Adapun pelafalan niat puasa sangat dianjurkan. Berikut ini adalah beberapa redaksi lafal niat puasa yang dapat dibaca oleh mereka yang terkena kewajiban puasa 2021 atau Ramadhan 1442 Hijriyah.

Berikut 6 Bacaan Niat Puasa Ramadhan 2021

 1. نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMA GHADIN ‘AN ADĀ’I FARDHI SYAHRI RAMADHĀNA HĀDZIHIS SANATI LILLĀHI TA‘ĀLĀ

Artinya,

“Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”

Kata “Ramadhana” dianggap sebagai mudhaf ilaihi sehingga diakhiri dengan fathah yang menjadi tanda khafadh atau tanda jarrnya.

Sedangkan kata “sanati” diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr dengan alasan lil mujawarah

 

AYO BACA : Kiat Agar Terbiasa Tahajud dan Keutamaan Shalat Malam

2. نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةَ لِلهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMA GHADIN ‘AN ADĀ’I FARDHI SYAHRI RAMADHĀNA HĀDZIHIS SANATA LILLĀHI TA‘ĀLĀ

Artinya,

“Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”

Kata “Ramadhana” dianggap sebagai mudhaf ilaihi sehingga diakhiri dengan fathah yang menjadi tanda khafadh atau tanda jarrnya. Sedangkan kata “sanata” diakhiri dengan fathah sebagai tanda nashab atas kezharafannya.

 

3. نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMA GHADIN ‘AN ADĀ’I FARDHI SYAHRI RAMADHĀNI HĀDZIHIS SANATI LILLĀHI TA‘ĀLĀ

Artinya, “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”

Kata “Ramadhani” dianggap sebagai mudhaf ilaihi yang juga menjadi mudhaf sehingga diakhiri dengan kasrah yang menjadi tanda khafadh atau tanda jarrnya.

Sedangkan kata “sanati” diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr atas badal  kata "hādzihi" yang menjadi mudhaf ilaihi dari "Ramadhani".  

AYO BACA : Syarat Sah Wajib Puasa dan Rukun Puasa 2021

4. نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ

NAWAITU SHAUMA RAMADHĀNA

Artinya, “Aku berniat puasa bulan Ramadhan.”

 

5. نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ/عَنْ رَمَضَانَ

NAWAITU SHAUMA GHADIN MIN/'AN RAMADHĀNA

Artinya, “Aku berniat puasa esok hari pada bulan Ramadhan.”  

 

6. نَوَيْتُ صَوْمَ الْغَدِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ عَنْ فَرْضِ رَمَضَانَ

NAWAITU SHAUMAL GHADI MIN HĀDZIHIS SANATI ‘AN FARDHI RAMADHĀNA

Artinya, “Aku berniat puasa esok hari pada tahun ini perihal kewajiban Ramadhan.”

Perbedaan redaksi pelafalan ini tidak mengubah substansi lafal niat puasa Ramadhan. Redaksi (1) dikutip dari Kitab Minhajut Thalibin dan Perukunan Melayu. Redaksi (2) dan (6) dinukil dari Kitab Asnal Mathalib. Redaksi (3) dikutip dari Kitab Hasyiyatul Jamal dan Kitab Irsyadul Anam. Sedangkan redaksi (4) dan (5) diambil dari dari Kitab I’anatut Thalibin.  

 

AYO BACA : Jadwal Puasa dan Lebaran 2021


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar