bank bjb
  

4 Nelayan Indonesia Disandera Teroris Filipina, Bisa Kabur Renangi Laut Lepas

  Senin, 05 April 2021   Icheiko Ramadhanty
4 Nelayan Indonesia Disandera Teroris Filipina, Bisa Kabur Renangi Laut Lepas
ilustrasi -- Kementerian Luar Negeri baru saja membebaskan empat WNI korban sandera kelompok militan dan bersenjata, Abu Sayyaf Grup (ASG). Seorang WNI berinisial MK (laki-laki, 14 tahun), merupakan WNI yang terakhir diselamatkan pada Minggu (21/3/2021), menyusul tiga lainnya yang telah diselamatkan pada Kamis (18/3/2021). (Ayocirebon.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOMEDAN.ID -- Kementerian Luar Negeri baru saja berhasil membebaskan empat WNI korban penyanderaan kelompok militan bersenjata yang berafiliasi dengan teroris asal Filipina, Abu Sayyaf Group (ASG).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan empat WNI yang diketahui bernama Arsyad, Arizal, Riswanto, dan Kairudin, telah menjadi korban sandera selama 427 hari atau lebih dari 1 tahun 3 bulan.

Salah satu sandera, Arizal, menceritakan kronologi dan keadaannya bersama tiga orang temannya ketika ASG mulai melakukan penyanderaan. Arizal mengungkap, dia dan tiga orang WNI lainnya bahkan harus menahan lapar selama dua hingga tiga hari.

AYO BACA: Kena Tikam, Warga Medan Deli Tewas di Tangan Tetangga
AYO BACA: BBM Nonsubsidi Naik Disumut Gubernur Edy Rahmayadi Dinali tak Punya Hati Nurani

Kejadian bermula pada 15 Januari 2020 tepat jam tujuh malam waktu setempat. Saat itu, keempat nelayan yang bekerja di kapal ikan milik Malaysia itu sedang menggulung pukat ikan di atas kapal yang sedang berlayar.

“Tiba-tiba Kelompok Abu Sayyaf naik ke atas kapal kami. Kami semua lari. Lalu kami semua dikumpulkan di depan kapal,” jelas Arizal di Kementerian Luar Negeri setelah melakukan prosesi penyerahan korban sandera ke keluarga masing-masing, diambil dari Ayomedan.id, Senin 5 April 2021.

Menurut penjelasan Arizal, ada total 7 orang dari kelompok senjata tersebut yang naik ke kapal ikan tempatnya bekerja. Lima orang anggota ASG berada di atas kapal, dan dua orang lainnya berada di boat kapal.

AYO BACA: BMKG Ingatkan Cuaca Buruk Masih terjadi Nias dan Pantai Timur Sumatera
AYO BACA: Enam Pasangan Ilegal Ini Diciduk saat Sedang Mantap-mantap

Setelah disandera, mereka dibawa ke suatu pulau yang terletak di Sulawesi Utara pada jam 8 malam waktu setempat dan sampai di sana pada pukul 3 subuh. Selain menceritakan situasi mencekam, Arizal juga membeberkan cerita tentang bagaimana dia dan tiga orang lainnya bisa kabur dari para perompak.

Suatu hari, ASG berencana untuk memindahkan empat WNI sebagai anak buah kapal itu ke Pulau Taytay yang berada di Filipina. Mereka berangkat dari Maimbung Filipina, pulau yang ditengarai sebagai markas ASG.

“Berangkat dari Maimbung jam 11 malam kami melakukan perjalanan menuju Pulau Taytay,” kata Arizal.

Namun, sebuah kecelakaan menerpa perjalanan empat nelayan bersama ASG ke Pulau Taytay. Kapal yang mereka tumpangi terbalik karena terjangan ombak di tengah perjalanan.

AYO BACA: Semburan Abu Vulkanik Erupsi Gunung Sinabung sampai 2.000 Meter
AYO BACA: Penjual Senjata ke Zakiah Aini Diringkus di Aceh

Kecelakaan tersebut lalu dimanfaatkan keempat WNI tersebut untuk melarikan diri. “Ada pulau di dekat-dekat sana. Kami berenang . Sampai jam 4 sore (waktu setempat) baru ada pertolongan,” jelasnya.

Sejak tahun 2016 hingga saat ini, Menlu Retno mencatat ada 44 WNI yang menjadi korban penyanderaan Kelompok Abu Sayyaf. Dengan pembebasan ini, maka tidak ada lagi WNI yang saat ini menjadi korban penyanderaan.

Dia menuturkan ke depannya, Pemerintah Indonesia harus memperkuat aspek pencegahan, meningkatkan pengamanan di perairan Sabah oleh Otoritas Malaysia, dan kerja sama dari Indonesia dan Otoritas Filipina.

“Selain itu kehati-hatian nelayan kita yang bekerja di kapal ikan Malaysia juga penting untuk terus ditingkatkan. Kita juga akan melakukan komunikasi yang lebih intensif kepada pemilik kapal di Malaysia. Dan tentunya pengembangan ekonomi di daerah asal juga penting untuk terus dikembangkan,” tegas Retno.

AYO BACA: Kurang Dibekali, Nelayan Indonesia Kerap Diculik Kelompok Teroris


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar